Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Mitos atau Fakta, Cabut Gigi Bisa Menyebabkan Kebutaan? Ini Penjelasan drg. Danang...

Mitos atau Fakta, Cabut Gigi Bisa Menyebabkan Kebutaan? Ini Penjelasan drg. Danang…

ANDA pasti pernah kan, mendengar kabar tentang mencabut gigi bagian atas bisa mengakibatkan mata menjadi buta? Sayangnya, mitos ini terlanjur dipercayai oleh masyarakat, meski sejauh ini belum ada bukti empiris yang bisa menguatkan kepercayaan tradisional tersebut.

Dokter Gigi RSUD dr. Iskak Tulungagung, drg. Danang Dewantara menyebut mitos itu menyesatkan. Kata dia, tidak ada korelasi antara penanganan (cabut) gigi dengan Indra penglihatan.

“Itu adalah sebuah penafsiran. Kepercayaan itu hanyalah sebuah mitos atau cerita primitif yang berkembang dari mulut ke mulut di lingkungan masyarakat yang masih terjebak pada pemikiran kolot,” kata drg. Danang.

Menurutnya, gigi rahang atas di cabut tidak ada hubungannya dengan kebutaan pada mata. Jaringan saraf antara kedua organ ini tidak terhubung atau terpisah, sehingga ketika gigi dicabut tidak akan mempengaruhi mata.

“Percabangan saraf gigi dan mata itu terpisah sehingga tidak ada hubungannya dengan mata,” katanya.

drg. Danang menjelaskan, secara teori kedokteran, hal-hal yang dapat menyebabkan gangguan mata bahkan menjadi buta berawal dari kerusakan gigi yang mengalami infeksi.

Dari infeksi gigi tersebut terjadilah celah pada tulang gigi yang menonjol di luar gusi, sehingga menjadi akses masuknya kuman dan bakteri ke saluran jaringan saraf mata. Kondisi inilah yang bisa sampai menimbulkan kabutaaan.

“Yang dapat menyebabkan gangguan pada mata bukan proses pencabutannya, melainkan infeksi gigi yang sudah meluas bisa ke hidung, telinga dan bahkan sampai ke mata. Infeksi itu pula yang bisa menyebabkan pembengkakan (pada gusi),” katanya. Oleh karena itu jangan menyepelekan lubang pada gigi karena itu adalah pintu masuknya kuman ke dalam tubuh.

Selanjutnya, drg. Danang menerangkan bahwa kepala manusia mempunyai 12 cabang saraf kranial yang memiliki fungsi dan peran masing-masing. Saraf jaringan gigi, mata dan rahang ada pada urutan percabangan saraf trigeminus (V/5 kraniofasial).

Pada percabangan saraf trigeminus tersebut terdapat 3 cabang, yaitu cabang untuk gigi rahang bawah (mandibula), gigi rahang atas (maksilaris) dan untuk dan cabang saraf mata.

“Walaupun berasal dari jaringan induk saraf yang sama, akan tetapi apabila terjadi kerusakan pada salah satu cabang saraf, maka hal ini tidak akan mempengaruhi fungsi cabang saraf yang lainnya,” terangnya.

drg. Danang mengatakan, infeksi dapat terjadi sebelum atau sesudah operasi. Artinya, sebelum operasi, gigi pasien sebenarnya sudah rusak parah sehingga terjadi infeksi. Atau bisa juga setelah operasi kondisi bekas pencabutan tidak tertutup rapat sehingga kuman dapat masuk (komplikasi pencabutan gigi) yang dapat menyebabkan gangguan di Jaringan sekitarnya dalam hal ini disekitar gigi rahang atas. Yang paling dekat dengan gigi rahang atas adalah infeksi pada hidung atau dalam bahasa medisnya adalah sinusitis. Jika infeksi tersebut lebih meluas lagi bisa menyebabkan abses dari gigi tersebut, dalam kasus ini bisa sampai menyebabkan gangguan pada mata.

“Kalau gigi sudah parah memang harus dicabut. Jika dibiarkan maka akan menyebabkan infeksinya meluas dan menimbulkan pembengkakan dan fraktur,” katanya.

Perlu diketahui juga bahwa indikasi gigi bisa dicabut atau tidak itu bisa dilihat dari segi klinisnya. Seperti lubang seberapa besar/lebih dari setengah (lebar dan kedalaman) gigi. Dan jika ingin dilakukan pencabutan maka bisa dilakukan pencabutan.

Jika sahabat Iskak berencana melakukan konsultasi seputar kesehatan gigi dengan ahlinya langsung, anda bisa datang langsung di poliklinik gigi.

Jadwal periksa dokter dimulai hari Senin sampai Jumat.

Jam layanan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB untuk hari Senin-Kamis, dan pukul 08.00 WIB – 11.00 WIB untuk hari Jumat.

Selain itu, Anda juga bisa mendaftar melalui aplikasi Sistem Pendaftaran Online Tanpa Antri (Si-Poetri), call whatsapp dan/atau sms 0823-3355-3066. (PKRS)

1 Komentar

Arif, Friday, 9 Jul 2021

Saya jadi lebih yakin setelah membaca informasi ini bahwa mencabut gigi atas tidak akan berpengaruh kepada saraf pada mata.trims infonya rsud tulung agung

Reply

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119