Panduan dan Tips Isolasi Mandiri di Rumah, Cegah Penularan COVID-19

Panduan dan Tips Isolasi Mandiri di Rumah, Cegah Penularan COVID-19

ISOLASI mandiri yang sering disingkat menjadi isoman bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi penumpukan pasien COVID-19 di rumah sakit.

Kepala Laboratorium Mikrobiologi RSUD dr. Iskak dr. Rendra Bramanthi, Sp. MK mengatakan terdapat sejumlah syarat agar memenuhi kriteria menjalani isolasi mandiri di rumah.

”Tidak semua pasien COVID-19 bisa isolasi mandiri. Hal ini penting diketahui agar pasien tidak sendirian menghadapi virus,” kata dokter Rendra saat menjadi narasumber kesehatan di Radio Liiur FM Tulungagung, pada hari Rabu 14 Juli 2021.

Jika kondisi pasien COVID-19 adalah sedang atau berat, maka tak dianjurkan untuk isolasi mandiri. Hal ini dikahwatirkan bisa menimbulkan gejala seperti sesak nafas atau demam tinggi.

Berikut ini syarat isolasi mandiri di rumah untuk pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19:

  1. Jika pasien tak memiliki gejala atau gejala ringan.
  2. Pasien COVID-19 tanpa gejala adalah frekuensi napas terhitung 12-20 per menit dengan tingkat saturasi oksigen lebih dari 95 persen. Tingkat saturasi oksigen bisa diukur melalui alat oksimeter.
  3. Pasien COVID-19 dengan gejala ringan yakni disertai demam, batuk, kepala pusing, hingga anosmia atau kehilangan fungsi indera penciuman, serta ageusia atau kehilangan fungsi indra pengecap.

Bila seseorang hendak menjalani isolasi mandiri, sebaiknya segera melapor ke ketua RT atau RW setempat, Satgas COVID-19, atau puskesmas terdekat.

Setelah itu pihak puskesmas bisa melakukan tes swab PCR untuk mengetahui seseorang tadi terkonfirmasi positif atau negatif. Jika positif dengan gejala ringan atau tanpa gejala, maka bisa melakukan isolasi mandiri.

”Komunikasi dengan keluarga juga penting, agar tidak down, serta saling jaga agar tak menulari saudaranya,” terang dokter Rendra.

Cara isolasi mandiri di rumah menurut dokter Rendra:

  1. Selalu mematuhi protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).
  2. Memilih ruangan atau kaamar yang terpisah dari anggota keluarga agar tak menulari.
  3. Jika sakit atau ada gejala demam, flu, batuk, maka tetap di rumah, jangan keluar untuk mencegah penularan kepada masyarakat.
  4. Memanfaatkan fassillitas telemedicine atau konsultasi dengan dokter secara daring.
  5. Memisahkan baju kotor pasien isolasi mandiri dengan anggota keluarga yang sehat.
  6. Makan dan minum secara teratur dengan gizi yang berimbang secara terpisah dari keluarga
  7. Menjaga kebersihan rumah dengan menyemprotkan desinfektan.
  8. Berjemur di bawah matahari minimal 10 menit pada jam 10.00 – 13.00, untuk mendapatkan vitamin D
  9. Berolahraga ringan
  10. Segera menghubungi fasilitas kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak napas dan demam tinggi agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Untuk lamanya waktu isolasi mandiri, biasanya antara 10-14 hari sejak terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala.

Sedangkan untuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan, minimal juga 10 hari, dengan rincian tiga hari terakhir sudah tidak merasakan gejala lagi.

Hasil tes swab PCR negatif menjadi kunci bahwa pasien sudah sembuh. Tes ini bisa dilakukan dua kali, untuk memastikan telah sembuh. ”Tes swab yang kedua bisa dilakukan dengan rentan waktu 24 jam setelah tes swab yang pertama,” pungkasnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119