Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Patah Tulang Akibat Kecelakaan, Haruskah Dioperasi?

Patah Tulang Akibat Kecelakaan, Haruskah Dioperasi?

KECELAKAAN yang mengakibatkan patah tulang adalah suatu kondisi darurat medis yang harus segera mendapatkan pertolongan medis. Tindakan emergency ini penting untuk meminimalisir risiko kesehatan tulang yang lebih parah.

Dokter Spesialis Ortopedi RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Deni Mory Aryawan, Sp. OT mengatakan, faktor penyebab paling umum patah tulang adalah kecelakaan kendaraan dan faktor cidera dari berolah raga.

“Terdapat beberapa kemungkinan risiko patah tulang, bisa berat maupun ringan,” kata dokter Deni dalam program acara talkshow  interaktif yang disiarkan melalui radio Perkasa FM pada Hari Selasa, 25 Mei 2021.

Menurutnya, patah tulang akibat dari suatu benturan keras atau kecelakaan dapat mengakibatkan perubahan fisik yang sebelumnya normal menjadi tidak normal.

Apabila pasien patah tulang mengalami perubahan bentuk tulang, maka dipastikan akan dilakukan tindakan operasi untuk meluruskan sudut yang patah seperti semula. 

 “Sekitar 90 persen tindakan operasi akan dilakukan oleh dokter pada pasien patah tulang, namun tetap tergantung pada tingkat keparahan setelah hasil evaluasi dari laboratorium,” paparnya.

Patah tulang biasanya terjadi pada lengan, kaki dan bagian tubuh lainnya. Gejala yang ditimbulkan oleh patah tulang adalah rasa nyeri hebat di bagian yang patah.

“Gejala lainnya memar dan bengkak pada area kulit yang mengalami perubahan bentuk,” terangnya.

Untuk mengetahui tingkat keparahan pada pasien patah tulang akan melakukan beberapa tindakan medis terlebih dahulu. Misalnya langkah awal dilakukan screening kesehatan, pemeriksaan fisik di area yang cidera kemudian proses laboratorium melalui foto rontgen dan CT Scan.

“Apabila pemeriksaan sudah terselesaikan, maka dokter akan menyimpulkan hasil laboratorium kemudian dilakukan tindakan, serta pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan yang dialami oleh pasien,” kata dr. Deni.

Jika kondisi patah tulang cukup parah dan harus menjalani tindakan operasi, maka dokter akan melakukan pemasangan gips di area patah guna untuk meluruskan kembali bagian sudut yang cidera. Tindakan ini sekaligus untuk mengembalikan fungsi tulang seperti semula.

“Apabila kondisi pasien emergency maka tindakan operasi akan dipercepat pada saat itu juga,” tegasnya.

Dokter Deni Mory Aryawan menerangkan, fase penyembuhan patah tulang pada anak-anak dan dewasa pun bervariasi.

Waktu paling cepat proses penyembuhan didominasi pada anak anak karena bentuk tulang berbeda, selaput tulang tebal dan pembuluh darahnya pun cukup banyak. Faktor-faktor ini yang mempengaruhi tingkat kesembuhannya lebih cepat dibandingkan dengan pasien usia lanjut.

“Pada pasien orang orang tua, memang proses penyembuhan cukup lama karena dipengaruhi oleh tulangnya keras, selaput tipis dan pembuluh darah juga berbeda,” katanya.

Ingat! Berhati-hatilah apabila l melakukan pertolongan pada korban kecelakaan dengan kondisi bagian lengan maupun kaki bengkok atau bentuk fisiknya berubah.

Jangan pernah mencoba untuk meluruskan atau membenarkan supaya tidak menambah keparahan pada tulang yang patah. “Pertama-tama meminta pertolongan kepada pelayanan kesehatan, dan korban kecelakaan dirawat supaya tenang dan cukup menyangga bagian yang sakit. Tidak perlu diperbaiki sendiri,” pungkasnya. (PKRS/MFW)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119