Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

PENTING! Inilah Asupan Nutrisi (Gizi) yang Dibutuhkan Ibu Hamil Selama Pandemi COVID-19

PENTING! Inilah Asupan Nutrisi (Gizi) yang Dibutuhkan Ibu Hamil Selama Pandemi COVID-19

TAHUKAH anda, ibu hamil memikul tugas ganda dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan gizinya selama pandemi COVID-19.

Jika pada situasi normal seorang ibu sebelum masa kehamilan hanya memerlukan asupan gizi untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan daya imunitasnya terhadap serangan penyakit, maka saat masuk fase kehamilan ia juga harus menjaga asupan nutrisi untuk janin yang dikandungnya.

Atau dalam komparasi lain,  ibu hamil sekarang memiliki dobel job. Dulu bumil saat sebelum pandemi yang difikirkan fokusnya hanyalah kesehatan janin.

Nutrisi dan asupan gizi untuk janin dari trismester pertama hingga trismester ketiga sampai pada kelahiran. Kini Bumil selain memikirkan nutrisi untuk janin juga harus memelihara kesehatan dirinya sendiri dengan meningkatkan sistem imun tubuh. 

Karena itulah  gizi yang seimbang dan sesuai untuk ibu hamil, baik di masa pandemi atau tidak sangat dibutuhkan.

Lalu bagaimana mengukur nutrisi atau asupan gizi yang dikonsumsi bumil ini sudah seimbang atau belum? Untuk mengetahuinya, maka kita – khususnya ibu hamil – harus mengetatahui dulu indikator yang menjadi tolak ukur apa saja.

– BACA JUGA –

Diet Ibu Hamil. Mengapa dan Kapan Diet Ini Boleh Dilakukan?
Daftar Kandungan Nutrisi yang Baik untuk Pemenuhan Gizi Ibu Hamil

Nah, untuk menjelaskan itu semua, Kepala Instalasi Gizi RSUD dr. Iskak Tulungagung Ratih Puspitaningtyas, S. Gy, RD memberikan ulasan khusus dalam satu dialog interaktif yang digelar tim PKRS RSUD dr. Iskak, beberapa pekan lalu.

Dan salah satu indikator yang mudah dilihat adalah dari kenaikan berat badan bumil bersangkutan secara berkala. Setiap pekan, setiap bulan maupun pertumbuhan berat badan bumil dari trismester pertama kehamilan hingga trismester ketiga memasuki fase kelahiran normal.

“Untuk menentukan indikator setiap ibu hamil tersebut tidak sama. Pertama yang harus diketahui terlebih dahulu bagaimana status gizinya. Apakah berstatus gizi kurus, normal, overweight atau obesitas,” ucap Ratih memberi gambaran.

Ia lalu menontohkan bumil dengan status gizi overweight. Pada kasus ini, kenaikan berat badan yang dibutuhkan selama periode kehamilan adalah sekitar 7-11,5 kilogram.

Sedangkan pada bumil dengan status gizi obesitas, kurus itu juga pasti akan beda, dimana masing-masing pada trisemester atau triwulan awal itu harus naik 0,5- 2,5 kilogram. Selanjutnya di trismester berikutnya harus naik 2-3,5 kilogram.

“Itu menjadi acuan kita apakah gizi yang dikonsumsi ibu hamil sudah sesuai atau belum dengan standar kenaikan berat badannya. Setelah itu, baru kita wajib untuk menerapkan prinsip gizi seimbang,” jelas Ratih.

Sedangkan untuk memenuhi kecukupan gizi yang seimbang, maka diperlukan konsumsi beraneka ragam jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan bumil. Dan itu tergantung pada kondisi trisemester berapa dia (ibu hamil) mengandung.

 “Gizi seimbang yang utama untuk ibu hamil adalah pada penambahan energi dengan mengandung kurang lebihnya 300 kilogram kalori, energi tersebut sudah tercukupi dengan mengonsumsi 1 gelas susu dalam 1 hari dan 1 potong dada ayam tanpa kulit,” paparnya.

Ratih menambahkan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencukupi kebutuhan gizi seimbang dan kesehatan fisik selama hamil. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat, protein, lemak, susu dan vitamin A, D, B1, B2, B3, B6, asam folat kemudian kalsium dan zat besi.

“Untuk mencukupi kebutuhan gizi tersebut, perlu mendapatkan perhatian khusus, bumil harus rajin mengonsumsi asupan sesuai dengan kebutuhan misalnya makan sayuran, susu, daging dan suplemen supaya status gizinya tetap normal,” ujarnya.

Selain itu, sumber zat gizi yang harus di tingkatkan pada saat hamil dibandingkan sebelumnya misalnya protein kemudian mikroprotein, asam folat, zat besi dan juga kalsium. Namun dari itu semua, yang paling terpenting adalah asam folat. Zat ini sangat berguna bagi tubuh, terutama untuk pertumbuhan sistem saraf pusat pada janin yang dikandung bumil.

“Seseorang yang kekurangan asam folat beresiko (mengalami) kecacatan. Nah untuk itu kita harus tahu cara menyiasatinya seperti apa,” kata Ratih.

Namun harus diingatbya. Dalam situasi pandemi ini, menjaga asupan gizi yang keseimbangan saja masih belum cukup. Sebab setiap bumil kini juga harus tetap taat menjalankan protokol kesehatan, dirinya dan janin tidak berisiko tertular wabah COVID-19. “Mengenakan masker, jaga jarak, cuci tangan sesering mungkin dan tidak perlu keluar rumah jika tidak terlalu penting agar keduanya antara ibu dan janin tetap sehat,” ucapnya mengingatkan. (PKRS/MFW)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119