Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Pentingnya Mencegah Anemia di Masa Pandemi

Pentingnya Mencegah Anemia di Masa Pandemi

SURVEI  menunjukkan bahwa kelompok remaja paling rentan terkena anemia, satu kondisi dimana seseorang mengalami gejala kekurangan darah yang salah satu dampaknya bisa menurunkan daya tahan tubuh.  Badan terasa lemas tidak bergairah, produktivitas menurun.

Dunia kesehatan mengistilahkannya sebagai anemia jenis ini sebagai anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi.  

Nah, dampak ikutan dari anemia inilah yang harus diwaspadai. Terlebih di masa pandemi COVID-19 sekarang.

Karena kalau diabaikan, dan penderita anemia terpapar corona, risikonya akan lebih berat, bahkan bisa menyebabkan fatalitas. Kematian.

Hal ini bisa saja terjadi lantaran imunitas atau daya tahan tubuh  terhadap serangan penyakit dari luar menurun. Pertahanan lemah.

Begitu tubuh terinfeksi COVID-19, kemampuan “tentara” (baca sistem imun) dalam tubuh untuk melawan gelombang serangan virus corona menjadi ikut berkurang. Atau bahkan tidak berdaya.

Oleh karena itulah, upaya pencegahan anemia harus dilakukan. Baik oleh pemerintah untuk memastikan kecukupan gizi warganya, maupun individu dalam mengontrol dan mengelola asupan nutrisi dalam tubuhnya.

“Berdasarkan fakta di Indonesia, banyak kasus remaja yang mengalami anemia. Kami mengajak untuk meningkat kesadaran orang tua terhadap pemenuhan gizi anak,” kata  Kepala Instalasi Gizi di RSUD dr Iskak, Ratih Puspitaningtyas, S. Gz. RD.

-BACA JUGA-

Remaja Perempuan Paling Rentan Alami Anemia
Gizi Seimbang = Kunci Pencegahan Anemia

Panjang-lebar salah satu ahli gizi senior yang bertugas di RSUD dr. Iskak ini mengulas hubungan yang saling terkait antara asupan gizi dengan anemia dalam satu dialog interaktif yang disiarkan secara mandiri oleh tim PKRS RSUD dr. Iskak melalui kanal resmi rumah sakit plat merah ini di laman facebook, instagram dan youtube.

Isu gizi yang dikemas dalam tema “Remaja Sehat Bebas Anemia” itu sengaja dipilih sebagai tema dialog untuk memeringati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari.

Kata Ratih,  selama pandemi ini beban gizi menjadi berlipat ganda. Tak hanya bertugas menjaga daya datah tubuh agar terhindar dari virus COVID-19, namun juga imun dari risiko terkena penyakit lainnya, seperti anemia dan sejenisnya.

Ia lalu menunjukkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, dimana ditemukan fakta bahwa sekitar 32 persen remaja di Indonesia mengalami anemia. Ini artinya, 3-4 dari 10 remaja  (pernah) mengalami anemia.

Masalah kesehatan satu ini di Indonesia paling banyak dikarenakan defisiensi zat besi. ”Data itu menjadi acuan bagi tim medis. Yang utama yaitu pencegahan dengan melibatkan orang tua untuk memperhatikan gizi anak-anaknya sesuai kebutuhan,” ujarnya. (PKRS/MFW/MAR)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119