Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Pentingnya Mencegah dan Melakukan Deteksi Dini Gangguan Ginjal

Pentingnya Mencegah dan Melakukan Deteksi Dini Gangguan Ginjal

MENJELANG Hari Ginjal se-dunia, yang jatuh pada 12 Maret 2021 mendatang, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr. Iskak, dr. Rina Melinda, Sp. PD mengajak seluruh masyarakat lebih menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena Hari Ginjal se-Dunia ini diperingati untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya penyakit ginjal,” katanya memulai diskusi interaktif bersama tim PKRS RSUD dr. Iskak, Senin, 8 Maret 2021.

Ia memberi gambaran yang jelas tentang fungsi dan peran penting ginjal sebagai salah satu organ tubuh yang harus dijaga.

Jika ginjal rusak maka fungsinya sebagai penyaring racun dalam tubuh juga tidak akan bisa  maksimal lagi. Atau bahkan hilang, atau malfungsi.

“Dalam memperingati Hari Ginjal se-Dunia ini untuk menyadarkan semua orang, agar menerapkan pola hidup sehat yang baik. Tujuannya untuk mengurangi angka penderita gagal ginjal,” jelasnya.

Dokter Rina mengatakan, beberapa penyebab awal yang membuat orang bisa mengalami gagal ginjal antara lain bisa karena  hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik, diabetes melitus atau penyakit kencing manis dan batu kandung kemih.

“Penyebab gagal ginjal cukup banyak. Namun yang paling sering ya hipertensi higga kencing manis,” terangnya.

Penyakit gagal ginjal bisa terjadi pada laki laki maupun perempuan. Kedua jenis kelamin ini  mempunyai risiko yang sama.

“Kanker juga bisa menjadi penyebab gagal-ginjal, misalnya keganasan benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat pada laki-laki, sedangkan pada perempuan itu paling sering berawal menderita kanker leher rahim,” terangnya.

Pada umumnya, penderita gagal ginjal ringan itu tidak menimbulkan gejala. Terkadang hanya mengalami tekanan darah tinggi saja.

Kondisi seperti itu cukup sulit untuk melakukan deteksi dini bagi orang awam.

“Tanpa tindakan screening kesehatan dengan mengunakan laboratorium akan sulit, sebab gagal ginjal baru terasa efeknya saat stadium lima. Artinya dalam kondisi kesehatan telah memburuk baru terlihat tanda tandanya,” katanya.

Pada stadium lima ini, penderita gagal ginjal sering mengalami rasa mual disertai dengan menurunnya nafsu makan, badan menjadi lemas karena efek dari gejala anemia.

“Biasanya keadaan ini dapat diketahui setelah pemeriksaan melalui laboratorium. Lalu hasil pemeriksaannya menunjukkan ginjal rusak, kalau sudah parah maka harus cuci darah,” ujarnya.

Dokter Rina mengatakan, gagal ginjal bisa dicegah, dengan cara menjaga pola hidup sehat. Selain itu, masyarakat disarankan melakukan screening kesehatan di laboratorium rumah sakit, agar dapat mengetahui kualitas ginjalnya.

“Jadi pencegahan lebih baik daripada sudah terlanjur, karena orang yang mempunyai faktor risiko sejak awal sudah harus lebih waspada,” ujarnya.

”Orang yang memiliki risiko penyakit ginjal, harus lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan menghindari makanan yang tidak sehat,” tutupnya. (PKRS/MFW)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119