Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Penuh Humor. Kali ini Kaizen Warrior Lempar Canda ke Master Coach

Penuh Humor. Kali ini Kaizen Warrior Lempar Canda ke Master Coach

HARI ke-4 Festival Kaizen RSUD dr. Iskak berlangsung penuh semarak, santai, namun tetap serius. Selain penampilan yel-yel penyemangat sebelum presentasi, perwakilan kaizen warrior melempar guyonan (canda)kepada master coach sehingga suasana yang awalnya agak tegang pun seketika berubah menjadi gayeng.

Humor atau guyon maton yang dibawakan peserta Festival Kaizen yang berasal dari kalangan internal RSUD dr. Iskak tersebut rupanya membikin keriuhan tersendiri. Gelak tawa para master coach pecah.

Master coach bilang, ini seperti penyegaran suasana di tengah kesibukan masing-masing pegawai RSUD dr. Iskak, apalagi ditambah penyusunan materi kaizen yang harus terstruktur dengan baik.

Salah satu humor yang berhasil “dipotret” dalam narasi artikel ini adalah guyon maton dibawakan oleh Tim Instalasi Mikrobiologi, yakni oleh dr. Rendra Bramanti, Sp.MK.

”Terima kasih! kami dari mikrobiologi diberi kesempatan untuk berlagak gila,” kata dokter Rendra.

”Terima kasih! Kaizen sangat diperlukan, di pandemi ini pemeriksaan kami sudah ribuan, kalau tidak bikin kaizen, kerjaan kami bisa tidak karuan,” imbuhnya.

Tidak berhenti di situ, Dokter Rendra meneruskan candaanya kepada master coach.

”Saya sudah agak gila menemani teman-teman mikrobiologi, pemeriksaan (sampel PCR) sudah ribuan” ungkapnya.

”Teman-teman Mikro tidak berharap menang, tapi ingin nomer satu,” terangnya.

Kata-kata Dokter Rendra di atas langsung membikin keriuhan di Studio RSUD dr. Iskak, terutama para dewan juri seperti; dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, dr. Yustifa Efi, Sp.PA, Ida Sriyani, S.Kep. Ners., M.Kes, dan Agus Wahyudi, S. Kep. Ners.

”Kalau tidak (tim Mikrobiologi menjadi nomor satu), para juri hati-hati di jalan, lho. Hati-hati. Tetap patuhi protokol kesehatan.” kata dokter Rendra sembari tersenyum.

Lagi-lagi, keriuhan terjadi setelah mendengar pesan dari perwakilan dari Tim Instalasi Mikrobiologi tersebut.

Selanjutnya, terdapat yel-yel dari Instalasi Mikrobiologi yang memakai baju laboratorium berwarna oranye, celana putih, serta topi yang didesain menyerupai virus dengan kombinasi warna merah dan hitam. Berikut ini cuplikan yel-yel dari pasukan Instalasi Mikrobiologi disertai adegan berjoget;

Terkorona, aku terkorona, terkorona, aku terkorona

”Untuk master coach, pesan kami tetap hati-hati saat pulang di jalan, patuhi protokol kesehatan,” pesan dokter Rendra memungkasi presentasinya dengan nada canda dan disambut hangat para master coach.

Selanjutnya, tiga orang perwakilan dari Instalasi Mikrobiologi mempresentasikan idenya, yakni dengan mengusung akronim “KOVIT” atau Konfirmasi Pengambilan Sampel PCR (polymerase chain reaction) secara Terintegrasi.

Selain itu, perwakilan untuk presentasi, tim ini juga membawa petugas yang menjadi Miss Corona dan Miss Kom (plesetan dari miskomunikasi).

Latar belakang masalah yang dibawakan seperti informasi mengenai virus COVID-19 menjadi virus jenis baru di tubuh manusia. Untuk mengecek seseorang tepapar virus ini, maka dilakukan tes PCR.

Sebelum memiliki alat PCR sendiri, Instalasi Mikrobiologi RSUD dr Iskak harus mengirim ke laboratorium rujukan. Kemudian, seiring berjalannya waktu, rumah sakit plat merah ini memiliki alat PCR sendiri.

Lalu, saat petugas medis memeriksa pasien dengan alat PCR malah muncul masalah baru, seperti pengambilan sampel PCR yang ganda, dari IGD dan unit rawat jalan atau Poli COVID-19.

Data yang dikumpulkan Tim Instalasi Mikrobiologi adalah Bulan September 2020, terdapat 5 sampel PCR yang dobel dari 2.399 sampel, Bulan Oktober 2020 ada 1 sampel PCR yang dobel, dari total 1.734 sampel.

”Kami merancang inovasi KOVIT, yaitu Konfirmasi Pengambilan Sampel PCR (polymerase chain reaction) secara Terintegrasi,” kata salah satu perwakilan Tim Instalasi Mikrobiologi.

”Cara kerja KOVIT begini, kami menerima dan mencatat sampel PCR, ini dicek dulu apakah dobel, dicek dengan komunikasi dengan pihak terkait. Hal ini supaya tidak ada miskomunikasi,” imbuhnya.

Data sampel PCR yang masuk Instalasi Mikrobiologi pada Bulan November 2020 hingga Februari 2021 sudah tidak ada lagi sampel PCR yang soble, karena dijalankannya inovasi bernama KOVIT tadi.

Di ujung presentasi, Miss Corona tiba-tiba maju ke depan panggung untuk menyampaikan sebuah pesan.

”Jangan lupa ya, 3 M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak agar tidak diisolasi, hehe, matur nuwun” pesan Miss Corona.

Sementara itu, master coach Agus Wahyudi mengucapkan selamat kepada Instalasi Mikrobiologi yang juga ujung tombak dan primadona penanganan virus corona. Agus melanjutkan, ia meminta penjelasan lebih rinci agar sampel PCR tidak dobel. ”Saya cukup bertanya satu saja, tidak berani lama-lama, takut diisolasi, hehe,” pungkas Agus dengan canda tawa. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119