Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Penyebab Gatal-gatal Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Gatal-gatal Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

SEBAGIAN besar ibu hamil mudah mengalami kelainan pada kulit, biasanya gangguan kulit tersebut muncul pada saat perut mulai membesar.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Marta Dwi Rifka, Sp. KK mengatakan, terdapat beberapa gangguan kulit yang biasanya menyerang ibu hamil.

Gejala yang timbul seperti bercak-bercak di kulit, gatal gatal, bentol-bentol, dan seperti kulit melepuh yang dapat menimbulkan kekhawatiran tersendiri oleh penderitanya.

“Gangguan kesehatan kulit muncul di perut, ada juga di bagian tubuh lainnya. Biasanya berlangsung selama proses kehamilan dan sembuh dengan sendirinya usai melahirkan,” kata dr Marta dalam acara talkshow interaktif yang digelar RSUD dr. Iskak dan disiarkan secara langsung melalui media sosial YouTube, Instagram dan Facebook, Kamis, 20 Mei 2021.

Menurut dr. Marta, penyebab munculnya gangguan kulit pada ibu hamil itu suatu kondisi kelainan kulit yang umum, sehingga tidak perlu dikhawatirkan kecuali dengan kondisi tertentu.

“Ada tiga kemungkinan faktor yang mempengaruhi kelainan kulit tersebut. Misalnya karena faktor hormonal, yakni faktor kelainan yang memang terjadi sebelum proses hamil atau kelainan terjadi di saat proses hamil,” jelasnya.

Dokter Marta menerangkan, faktor hormon itu biasanya ditandai dengan muncul garis-garis atau “stretch marks“. Hal tersebut biasanya muncul pada masa kehamilan, penyebabnya adalah kulit mengalami peregangan.

Strecht marks ini juga dikenal dengan istilah striae, yakni suatu kondisi pada kulit di mana muncul garis-garis beruntai pada kulit. 

Stretch marks dapat terjadi pada kulit di bagian perut, payudara, pinggul, bokong, atau paha. Seiring berjalannya waktu, garis dapat tampak semakin samar.

Stretch marks lebih sering ditemui pada mereka yang mengalami kelebihan berat badan. Selain itu wanita hamil, terutama pada trimester terakhir kehamilan, juga kerap memiliki stretch marks.

“Timbul stretch marks biasanya hamil usia tua di antara bulan 6-7 bulan. Awalnya kulit perut rata dan selama kehamilan mengalami peregangan sehingga terjadilah perubahan,” paparnya.

Usai timbul stretch marks akan disusul dengan kelainan perubahan warna kulit menjadi coklat kehitaman disertai adanya flek dan bercak bercak di bagian perut.

“Bercak di kulit bukan hanya ada di area perut melainkan bisa juga terbentuk di bagian leher, pipi dan tubuh lainnya,” lanjutnya.

“Selain itu, terkadang terdapat bercak-bercak yang membentuk seperti garis berwarna gelap atau kehitaman. Itu semua terjadi karena adanya pengaruh hormon,” tambahnya.

Berikutnya, kelainan kulit lainnya pada ibu hamil. Misalnya sebelum wanita itu hamil memang sudah mempunyai penyakit kulit kering dan bersisik.

Penderita penyakit bawaan jenis ini akan mengalami kelainan kulit yang lebih parah, karena dipicu oleh proses kehamilan.

“Jangan khawatir ya Bu, selama tidak mengganggu dan masih dianggap aman, maka tidak perlu panik, silahkan konsultasikan ke dokter kehamilan,” tuturnya.

Sementara itu, kelainan kulit yang sering terjadi saat proses hamil, menyebabkan penderita akan lebih terganggu apabila usia kehamilan semakin bertambah. Setelah melahirkan, kelainan kulit tersebut akan hilang dengan sendirinya.

“Kelainan kulit pada ibu hamil dipastikan akan berangsur membaik ketika proses kehamilan selesai,” katanya.

Dokter Marta mengingatkan, kasus kelainan kulit yang paling parah terjadi adalah perubahan warna kulit menjadi kuning.

Hal ini disebabkan karena terjadinya sumbatan pada empedu. Kulit penderita berubah warna seperti orang terkena penyakit kuning.

“Kejadian ini paling berisiko. Jika tidak segera ditangani oleh dokter, maka dapat mengganggu kesehatan janin. Kalau ringan cukup diamati oleh dokternya untuk dilakukan evaluasi,” terangnya.

Untuk mengantisipasi gatal-gatal berlebihan yang menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil, maka bisa mengonsumsi obat-obatan yang sifatnya tidak membahayakan janin dan ibu. “Sebelum mengonsumsi semacam obat-obatan, sebaiknya sesuai dengan resep dokter, hal itu bisa dikonsultasikan dahulu pada dokter yang menangani kehamilannya,” tutup dr. Marta. (PKRS/MFW)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119