Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Peringati Hari Ginjal, PKRS Gelar Edukasi Kesehatan bertema “Living Well with Kidney Disease”

Peringati Hari Ginjal, PKRS Gelar Edukasi Kesehatan bertema “Living Well with Kidney Disease”

SUASANA ruang tunggu poli RSUD dr Iskak, Rabu 10 Maret 2021 tak seperti biasanya. Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB belasan petugas medis dan paramedis yang terlibat dalam kepengurusan organisasi PKRS  (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) RSUD dr. Iskak menggelar edukasi kesehatan di hadapan ratusan pasien berikut keluarganya di area tunggu poli rawat jalan rumah sakit rujukan Provinsi Jawa Timur bagian barat tersebut.

Kegiatan edukasi kesehatan yang diwarnai pemberian door prize kepada pasien dan keluarga pasien itupun mendapat apresiasi warga yang ada di sekitar lokasi kegiatan.

Mereka sangat antusias mengikuti acara penyuluhan mengenai kesehatan ginjal tersebut, dibuktikan dengan sejumlah pertanyaan yang disampaikan sejumlah warga yang duduk maupun yang berdiri, mengantri giliran panggilan dari poli pelayanan.

Kegiatan hari Rabu pagi itu mengambil tema Living Well with Kidney Disease. Hidup Sehat dengan Gagal Ginjal. Kurang lebih begitu makna tema tersebut.

Tema ini sengaja dipilih untuk memberi motivasi dan semangat kepada siapapun yang sudah maupun berpotensi mengalami gagal ginjal, agar tidak putus asa.

Oleh karena itulah tim PKRS mengajak semua masyarakat, khususnya yang hadir di ruang tunggu poli rawat jalan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan ginjalnya. Jika belum terkena gangguan kesehatan ginjal, maka sebaiknya melakukan pencegahan sejak dini.

Sedangkan bagi penderita gagal ginjal, mereka diajak untuk tetap menjaga pola hidup sehat serta semangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Kegiatan edukasi kesehatan memperingati Hari Ginjal se-Dunia itu dibuka oleh Ketua PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) RSUD dr. Iskak, dr. Moch Mundir Arif, SP. THT-KL.

Dokter Mundir mengatakan, penyakit ginjal ini bisa dicegah sejak dini, dengan pola hidup yang sehat.

”Jika sudah terlanjur menderita penyakit ginjal, maka penderita harus didukung dan dibantu oleh keluarga,” katanya.

Dukungan keluarga itu diharapkan bisa menguatkan semangat penderita ginjal dalam menjalani hari-hari dengan gembira, imbuh dr. Mundir.

Hal yang kurang lebih sama disampaikan oleh Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr. Iskak Tulungagung M. Rifai, S Kep, Ners. MH.Kes. Ia mengatakan, masyarakat yang sedang menunggu antrian pemeriksaan di poli bisa menyimak edukasi mengenai kesehatan ginjal ini.

”Kami menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, sehingga bisa memberikan penjelasan yang clear soal penyakit ginjal,” kata Rifai.

Ia menambahkan, acara edukasi ini mengambil tema hidup berkualitas dengan penyakit ginjal. ”Bagi masyarakat yang sudah sakit ginjal, bisa tetap hidup bahagia dengan bersahabat dengan penyakit ginjal,” bebernya.

Selanjutnya, sejumlah dokter spesialis penyakit dalam, seperti: dr. Rina Melinda, Sp. PD, dr. Hengki Wijaya, Sp. PD, dr Moh. Jasin, Sp. PD, secara bergantian mengedukasi masyarakat soal penyakit ginjal.

Dokter Jasin mengatakan, penyakit ginjal tak menyerang orang-orang lansia saja, namun anak-anak juga ada yang telah menderitanya.

”Barangkali jarang terdengar anak-anak yang terkena gagal ginjal, namun kami menjumpai beberapa pasien masih anak-anak,” kata dia.

”Jika tak segera diobati, maka menyebabkan komplikasi penyakit berat lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat yang belum menderita penyakit ginjal untuk disiplin makan yang teratur.

”Perlu juga menghindari minuman-minuman instan yang mengandung pengawet,” paparnya.

Dokter Jasin menambahkan, biasanya sebagian orang kerap meminum obat atau suplemen untuk meredakan sakit pada tubuh karena terlalu lama bekerja.

”Kalau sekali minum efeknya belum muncul, namun jika diminum terus-menerus, bisa berakibat mendatangkan penyakit,” kata dokter Jasin.

Setelah itu, sesi pertanyaan dibuka untuk masyarakat yang hadir di ruang tunggu poli, sejumlah masyarakat langsung menuju ke depan untuk menyampaikan pertanyaannya.

Salah satunya, Hidayah dari Kecamatan Bandung, Tulugagung. “Apa gejalanya penyakit ginjal, dok?” tanya Hidayah.

Dokter Hengki menjawab, jika penyakit ginjalnya belum kronis, maka tidak ada gejala-gelaja yang muncul, biasanya harus menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan (faskes).

”Jika sudah kronis, gejala yang sering muncul seperti rambut rontok, gangguan penglihatan, gangguan pada lambung, serta kaki membengkak,” paparnya. Setiap masyarakat yang bertanya, berhak mendapatkan bingkisan atau door prize  yang menarik di RSUD dr Iskak. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119