Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

PENGHARGAAN TERTINGGI MARK PLUS UNTUK RSUD Dr. Iskak TULUNGAGUNG

PENGHARGAAN TERTINGGI MARK PLUS UNTUK RSUD Dr. Iskak TULUNGAGUNG

dr. Supriyanto, Sp.B memegang penghargaan Public Service of The Year Jawa Timur 2018 dan Surabaya Marketing Champion 2018

S

Senyum dr Supriyanto, Sp. B, FINACS mengembang. Sebuah perusahaan konsultan marketing terbesar di Indonesia MarkPlus, Inc menganugerahi penghargaan Public Service of The Year 2018 kepada rumah sakit yang dipimpinnya.

“Apa pesan Pak Hermawan Kertajaya tadi,” tanya dr Supriyanto kepada Mohammad Rifai, Kepala Seksi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak Tulungagung yang mewakilinya di ajang Marketeers Festival 2018.

“Kita dipanggil yang pertama, dok. RSUD dr Iskak dinilai sebagai salah satu rumah sakit yang memliki beragam inovasi di bidang layanan publik, yang bisa mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Rifai dengan mata berbinar.

Sesuai rencana, seharusnya acara yang digelar di Hotel Sangrila Surabaya, 24 April 2018, dihadiri sendiri oleh dr Supriyanto, Sp. B, sebagai direktur rumah sakit. Namun karena tengah menjalani verifikasi akreditasi pelayanan standar internasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit, dia mengutus tim Humas untuk menghadiri ajang bergengsi itu.

Kasie Informasi dan Pemasaran, M. Rifai mewakili dr. Supriyanto saat menerima penghargaan MarkPlus di Surabaya

RSUD dr Iskak Tulungagung meraih dua penghargaan sekaligus bidang layanan publik “Public Service of the Year 2018” untuk Rumah sakit dan “Marketeer of the Year Surabaya Marketing Champion 2018” dianugerahkan kepada dr. Supriyanto, Sp. B. Kedua Piagam tsb diserahkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO MarkPlus, Inc Hermawan Kertajaya dalam roadshow Indonesia Marketeer Festival 2018.

“Anugerah ini kami berikan kepada tokoh lokal di bidang pemasaran yang menunjukkan marketing spirit luar biasa dan patut diteladani,” kata Hermawan Kertajaya saat membuka ajang bergengsi tersebut. Hermawan berharap agar model pengelolaan pelayanan kesehatan yang berintegrasi dengan lintas stakeholder, seperti yang dilakukan RSUD dr Iskak, bisa dicontoh dan dikembangkan di rumah sakit lain seluruh Indonesia.

Dr Supriyanto sendiri menanggapi penghargaan tersebut dengan wajar. Sebagai direktur Rumah Sakit milik Pemerintah, Dr. Supriyanto, Sp. B, FINACS melakukan Inovasi internal dan external dengan mengedepankan harmonisasi dan sinergitas demi terciptanya sebuah “team work” yang solid. Inovasi External dengan senantiasa menjaga harmonisasi dan sineergitas dengan seluruh “Stake Holder”. Beberapa Inovasi internal antara lain adalah Pendaftaran “On line” pelayanan poliklinik. Pasien yang akan beribat ke piliklinik Rumah Sakit bisa mendaftar secara “On Line” dan mengantre di rumah. Pemantapan peran Tata kelola korporasi dan Tata kelola klinis. Tata kelola korporasi harus mampu memberikan ruang yang cukup bagi staf medis dalam menjalankan tata kelola klinis.

Supriyanto menambahkan, tidak banyak yang menyadari bahwa staf medis (dokter) yang menjalankan tata kelola klinis adalah bersifat mandiri dan otonom, sebagaimana karakter profesi dokter yang “Self Employed”. Yang diperlukan mereka adalah kepastian dan keleluasaan dalam menjalankan standart profesi serta kejelasan akan hak mereka terhadap jasa pelayanan profesi.

Dokter adalah sentrum dalam penyelenggaraan Rumah Sakit. Mereka ibaratnya adalah “Diamond Head Drill”. Menyadari akan hal ini, dalam menentukan tarif Rumah Sakit misalnya, Supriyanto menerapkan strategi yang tidak biasa, selalu mengawali dari berapa jasa profesi yang diharapkan oleh mereka(dokter). Investasi alat kesehatan dan sarana pendukung lainnya juga senantiasa mengacu pada masukan dari Staf medis(dokter).

Hal lain yang tidak biasa adalah dengan merombak nyaris seluruh penyelenggaraan Instalasi Gawat Darurat dengan tanpa melanggar aturan. Instalasi Gawat Darurat adalah tumpuan utama bagi masyarakat dalam kondisi kritis dan merupakan pintu masuk bagi pasien untuk dirawat di Rumah sakit. Bagaimana mungkin Rumah sakit akan menjadi pilihan masyarakat kalau IGDnya tidak representati dan mampu menjawab segala kebutuhan pasien. Kalau IGDnya representatif maka akan semakin banyak pasien yang datang dan dirawat di Rumah Sakit imbuh Supriyanto. Instalasi Gawat Darurat yang representatif serta penyelenggaraannya yang akuntabel dirasa masih belum maksimal.

Untuk itu, Rumah Sakit Dr. Iskak Tulungagung merintis sebuah inovasi yang diberi nama “INSTAGRAM”. Yakni sebuah Instalasi Gawat Darurat Modern yang telah memenangi lomba inovasi pelayanan publik Thn 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-Reformasi Birokrasi, juara Satu Indonesia Health Care Forum dan berbagai kejuaraan lainnya dan bahkan menghantarkan Kabupaten Tulungagung menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam Forum-forum pelayanan publik tingkat dunia. Antara lain OECD (“Organisation for Economic Cooperation and Development) dan UNPSA (“United Nation Pubilc Services Award”). INSTAGRAM menggabungkan pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit dengan pelayanan Pra Rumah Sakit.

Dalam upaya menekan tingkat kecacatan dan kematian, pelayan kegawat daruratan medis harus di mulai dari tempat kejadian, selama perjalanan ke Rumah Sakit dengan mobil Ambulan yang representatif dan dibantu oleh Teknologi Informasi yang bisa memecahkan hambatan ruang dan waktu. Memanfaatkan GPS dan Android. Supriyanto mengklaim bahwa konsep baru penanganan kegawat daruratan medis di Indonesia ini telah mengispirasi/menginisiasi terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan di bidang Kegawat Daruratan Medis yaitu Permenkes nomor 19 Tahun 2016 tentang SPDGT (System Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu), lahirnya disiplin baru dunia kesehatan Indonesia yaitu Spesialis Emergensi dan bahkan terbentuknya System Penanggulangan Gawat Darurat Medis dan non Medis Indonesi 119, yang merupakan nomor tunggal bebas pulsa bagi seluruh masyarakat Indonesia tatkala mengalami kondisi darurat medis maupun darurat non medis.

Saat ini sudah ada 138 daerah Kabupaten/ kota yang telah mereplikasi program RSUD Dr. Iskak Tulungagung ini dan tergabung dalam National Comand Centre 119 Indonesia (NCC 119) yang bermarkas di lantai tiga gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dr. Supriyanto, Sp. B FINACS menambahkan, alasan pemerintah pusat/Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan 119 sebagai Nomor Tunggal pengaduan masyarakat yang memerlukan bantuan/penanganan Kegawat Daruratan Medis maupun non Medis adalah bahwa, nyaris seluruh kondisi kegawat daruran yang terjadi di Masyarakat muaranya adalah Rumah Sakit. Sehingga apa bila pertolongan diselenggarakan oleh yang bukan bidang kesehatan, dikhawatirkan yang terjadi adalah kekurang akuratan penanganan korban, justru bisa mencelakakan korban dan “memindahkan” masalah ke rumah sakit.

Seiring dengan berjalannya berbagai program inovasi tersebut, Rumah Sakit Dr. Iskak Tulunagung telah mencpai perkembangan yang luar biasa. Rumah Sakit ini menjadi sangat mandiri, nyaris tidak tergantung pada APBN maupun APBD dengan CRR(Cost Recovery Rate) rata-rata mencapai 85%, tingkat rata-rata pertumbuhan Omzed 80,5% dalam empat tahun terakhir dan mampu mengampu seluruh masyarakat Tulungagung yang tidak mampu dan belum sempat mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bagai mana apa bila tidak mempunyai dana yang cukup dalam melakukan investasi sesuai keperluan Staf medis dan tuntutan Masyarakat? ya bisa pinjam Bank, dan itu pernah dilakukan pungkas dokter Spesialis Bedah yang juga penghobi olah raga extrem kompetisi di ajang Balap Mobil “Real Adventure Offroad” ini kepada Radar Surabaya 21 April 2018.

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119