Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Risiko Kematian Penderita Jantung Meningkat Jika Terpapar COVID-19. Ini Penjelasan dr. Fitrianti

Risiko Kematian Penderita Jantung Meningkat Jika Terpapar COVID-19. Ini Penjelasan dr. Fitrianti

VIRUS corona baru atau SARS-CoV-2 bila menginfeksi orang yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) jantung akan memicu risiko kematian lebih tinggi ketimbang orang yang menderita sakit jantung saja (tanpa infeksi COVID-19).

Rasio kefatalannya bahkan disebut mencapai lima kali lipat. Hal ini mengacu fakta tingginya kasus kematian akibat COVID-19 pada pasien penderita gangguan jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Dr. Iskak Tulungagung dr. Fitranti, Sp.JP menjelaskan, tingginya risiko kematian kasus COVID-19 pada pasien yang memiliki komorbid jantung ini disebabkan virus corona yang sudah menginfeksi seseorang bisa menyebar/masuk ke organ jantung.

Pasien yang sebelumnya tidak memiliki riwayat jantung pun bahkan bisa menjadi memiliki masalah (terkena penyakit) jantung gara-gara virus corona masuk jaringan pembuluh jantung inangnya.

“Tidak hanya menyerang organ pernafasan saja, COVID-19 bisa masuk ke jantung juga,” kata dr. Fitranti saat mengisi materi dialog interaktif bertema ”Jantung dan COVID-19” yang disiarkan daring di media sosial facebook, instagram dan youtube RSUD dr. Iskak, Kamis, 1 April 2021.

Dokter Fitranti menggambarkan, virus corona itu seribu wajah. Artinya gejalanya tidak spesifik serta bisa menyerang sejumlah organ tubuh.

Lanjut dia, gejala orang yang terkena COVID-19 sama dengan terkena jantung koroner, yaitu merasakan nyeri dada yang khas. ”Dada kiri tembus ke belakang sampai ke leher bagian belakang,” ujar dia.

Apabila orang dengan gejala tersebut, maka dianjurkan untuk langsung berhenti aktivitas. ”Langsung duduk saja, tidak perlu berjalan. Tarik nafas panjang, serta menghubungi petugas medis,” terang dia.

Ia menambahkan jika semakin banyak aktivitas, maka semakin banyak membutuh oksigen. Artinya, jantung dipaksa memasok oksigen, padahal jantungnya sedang sakit.

”Dampaknya, yakni pasien bisa kolaps, serta memperburuk penyakit jantungnya” ujar dia.

Dokter Fitranti menambahkan, penanganan pasien jantung di RSUD dr. Iskak sesuai protokol kesehatan. Sesuai protokol, prosedur penanganan awal dilakukan dengan memeriksa kondisi pasien terlebih dahulu.

Jika penyakit jantungnya sudah kritis maka tindakan medis didahulukan, kemudian tes usap PCR (polymerase chain reaction).

”Ada juga yang tes usap PCR dahulu, kalau hasilnya positif, kami rawat di ruang isolasi intensif,” ujarnya.

Selanjutnya, pencegahan agar penderita jantung tidak terpapar COVID -19, yakni dengan prokes. Selain itu juga dianjurkan mengikuti program vaksinasi yang diadakan oleh pemerintah.

Penderita jantung harus memenuhi sejumlah syarat agar bisa divaksin. Beberapa syaratnya sebagai berikut;

  1. Dalam kurun 3 bulan tidak boleh ada gejala sesak nafas atau jantung berdebar-debar.
  2. Tensi atau tekanan darah kurang dari 180/110.
  3. Minum obat-obatan tidak berhenti.

”Pasien jantung boleh ikut vaksin, tapi diperhatikan syarat-syaratnya,” tandasnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119