Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

RSUD dr. Iskak Gelar Pelatihan Interpretasi Elektrokardiogram (EKG)

RSUD dr. Iskak Gelar Pelatihan Interpretasi Elektrokardiogram (EKG)

RSUD dr. Iskak Tulungagung kembali menggelar pelatihan Interpretasi Elektrokardiografi (EKG) sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga perawat yang lebih handal dan profesional di bidangnya.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (17/11/2020) hingga Kamis (19/11/2020) itu dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Iskak dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, bertempat di ruang Soenarjo Sadikin, gedung lantai 2 RSUD dr. Iskak.

Pelatihan bekerjasama dengan Ikatan Ners Kardiovaskuler Indonesia (Inkavin), dengan dua orang fasilitator sekaligus penguji, yaitu Ns. Ii Ismail, S.Kep, M.Kep dan Ade Priyanto, S.Kep, Ners, CVRN pada pelatihan tingkat dasar tentang EKG dan diikuti 30 tenaga paramedis/perawat rumah sakit.

Kegiatan pelatihan lebih banyak diisi dengan pembekalan pengetahuan materi EKG dan materi keterampilan secara menyeluruh guna mengarah pada kompetensi yang akan dicapai oleh para peserta.

Dan untuk mencapai kompetensi tersebut, peserta akan diuji oleh fasilitator dengan menyelesaikan tugas baca, tanya jawab, diskusi kelompok, diskusi kasus, latihan, dan simulasi.

Dokter Aini dalam pidato sambutanya mengatakan, tujuan diselenggarakannya pelatihan EKG adalah untuk meningkatkan kemampuan kompetensi tenaga perawat supaya lebih handal dan perfesional guna meningkatkan kualitas layanan terhadap pasien.

“Pelatihan EKG perawat merupakan program yang mutlak diperlukan oleh setiap rumah sakit. Oleh karenanya, setiap rumah sakit selalu berupaya meningkatkan kompetensi bagi seluruh stafnya, terutama dalam hal keperawatan,” tandasnya.

Sedangkan target pencapaian dalam pelatihan tersebut adalah untuk menciptakan tenaga kesehatan yang berkompetensi sesuai dengan peruntukannya. Terutama dalam menjalankan praktik keperawatan di rumah sakit.

“Untuk mencapai level itu, perlu adanya pelatihan pelatihan yang dapat mefokuskan seorang perawat pada keahliannya. Mudah mudahan ke depannya mereka mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal untuk pasien,” ujar dr. Aini.

Fasilitator pelatihan Ns. Ii Ismail, S.Kep., M.Kep menjelaskan, EKG adalah ilmu yang mempelajari tentang aktivitas listrik jantung.

Elektrokardiogram (EKG) sangat erat sekali dengan tenaga kesehatan, khususnya tenaga perawat di mana perawat juga melakukan perekaman EKG langsung kepada pasien.

Dalam pelatihan itu juga diajarkan teknik perekaman EKG yang benar. Nantinya, diharapkan perawat akan mampu mengetahui segala kondisi yang dialami oleh pasien melalui hasil rekaman tersebut.

Hasil perekaman EKG, dapat dijadikan acuan untuk mencurigai ganguan yang dialami oleh pasien. Misalnya, ketika pasien mempunyai keluhan berdebar-debar denyut jantung tidak teratur atau pasien tiba-tiba pingsan. Hal ini dapat dicurigai bahwa pasien tersebut mengalami gangguan irama jantung (aritmia).

“Dalam hal ini, perawat memiliki kewajiban untuk menyampaikan nilai kritis dari hasil perekaman EKG. Dengan mengikuti pelatihan EKG ini, perawat akan mampu mengetahui segala kondisi yang dialami oleh pasien melalui hasil dari perekaman EKG tersebut,” katanya.

Fungsi EKG sendiri dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya masalah pada arteri koroner. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang memberikan oksigen dan nutrisi untuk otot jantung. Jika pembuluh darah koroner menyempit atau tersumbat total akan menyebabkan serangan jantung koroner. Dengan dilakukan perekaman EKG dapat ditemukan T invertid atau ST Depresi jika otot jantung kekurangan oksigen, ST Elevasi jika otot jantung tidak mendapatkan oksigen. Jika tidak segera diketahui dan dilakukan tatalaksana yang tepat dapat menyebabkan kematian dari otot jantung sehingga fungsi jantung menurun.

Pasien dapat dikatakan terkena serangan jantung koroner salah satunya didukung dari hasil perekaman EKG. Karena dengan pemeriksaan EKG bisa menemukan tanda otot jantung kekurangan oksigen yang disebut otot jantung iskemik, atau tanda otot jantung arteri koronernya dalam keadaan tersumbat total.

“Hasil pemeriksaan tersebut, kita akan menemukan gambaran EKG ST atau gambaran EKG yang berupa grafik yang menunjukkan otot jantungnya sudah mengalami kematian (nekrosis), dan tentunya ini sangat membantu mereka sesegera mungkin untuk melaporkan kondisi pasien,” tambahnya.
Lebihl anjut, fungsi pembelajaran EKG lainnya adalah sebagai konsep dasar untuk menentukan kapan EKG dikatakan normal dan abnormal.

Dan selanjutnya, pelatihan tersebut dibahas juga mengenai jenis-jenis gambaran EKG abnormal yang terjadi pada kasus serangan jantung koroner.

“Gambaran EKG berupa grafik, untuk melakukan interpretasi gambaran EKG berawal dari konsep anatomi jantung dan konsep anatomi fisiologinya, kemudian dari konsep dasar EKG itu maka akan diketahui, dari gelombang apa aja, kapan dikatakan normal dan kapan dikatakan abnormal,” papar Ns. Ii Ismail.

Target pencapaian dalam pelatihan, diharapkan peserta memiliki kompetensi, pertama mampu dalam menginterpretasikan EKG normal dan EKG aritmia pada gambaran EKG strip, misalnya gambar aneka dimonitoring hanya satu lead dan ketiga peserta harus memiliki kompetensi dalam menginterpretasikan gambaran EKG lengkap.

Selain itu, usai mengikuti pelatihan selanjutnya peserta mengikuti uji kompetensi Interpretasi Elektrokardiogram (EKG). Apabila peserta lolos maka akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang perawat untuk menjalankan praktik keperawatan yang terukur.

Uji kompetensi dilakukan sebagai evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta dalam kemampuan atau pemahaman pada konsep-konsep dasar EKG.

Pemahaman interpretasi EKG dasar dan sejauh mana kemampuan peserta dalam melakukan interpretasi baik EKG strip maupun lengkap.

“Ujian untuk menentukan kriteria peserta yang dinyatakan lulus dan tidaknya. Minimal nilai yang harus di peroleh peserta adalah 75, baik untuk nilai postes tulisnya, postes interpretasi akagetrip, interpretasi EKG lengkap,” terangnya.
(PKRS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119