RSUD dr. Iskak Siap Dukung dan Sukseskan Program BIAN Tulungagung

RSUD dr. Iskak Tulungagung mendukung penuh program pemerintah untuk mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Agustus ini.

Salah satunya dengan menjadi rumah sakit rujukan jika terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) pada anak di Kabupaten Tulungagung.

Tak hanya itu, rumah sakit pendidikan ini juga akan menjadi pelaksana imunisasi, bagi anak-anak ataupun balita yang belum terjaring imunisasi di desa.

Artinya, jika ada bayi maupun anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi di posyandu, maupun puskesmas di desa karena suatu kondisi medis tertentu, maka pelaksanaan imunisasi dilaksanakan di RSUD dr. Iskak.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Novi Evridayanti, Sp.A mengatakan, kondisi medis yang dimaksud seperti anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB), anak dengan lahir prematur, maupun kondisi-kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus.

“Anak-anak dengan kondisi medis seperti penyakit jantung bawaan, maupun lahir dengan prematur memang memerlukan penanganan khusus. Termasuk pemberian imunisasinya, untuk itulah kami ditunjuk oleh Dinas Kesehatan untuk menjadi rujukan,” jelasnya.

Novi melanjutkan, karena pelaksanaan program BIAN berlangsung selama satu bulan penuh, maka pelaksanaan imunisasi bagi anak-anak dengan kondisi khusus akan dilaksanakan pada pekan ketiga hingga keempat bulan Agustus.

Hal ini dikarenakan perlu adanya pendataan terlebih dahulu dari posyandu dan puskesmas untuk jumlah anak-anak dengan kondisi medis tertentu.

Selain untuk anak-anak dengan kondisi medis tertentu, pada rentang waktu ini, juga dapat dimanfaatkan oleh anak-anak yang belum sempat mendapatkan imunisasi di desa.

“Semisal saat jadwal imunisasi di posyandu anaknya demam atau tidak bisa menerima imunisasi, nanti dapat ikut imunisasi disini pada minggu ketiga tersebut,” terangnya.

Untuk pelaksanaan BIAN sendiri, rencananya akan dilaksanakan di aula sisi timur RSUD dr. Iskak Tulungagung. Atau berada tepat di utara Masjid Asy Syifa RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rochmad MMRS mengatakan, pelaksanaan BIAN di Tulungagung ditargetkan menyasar 55.791 anak usia 9-59 bulan.

Fokus utamanya adalah anak-anak harus mendapatkan imunisasi MR atau Measles Rubella (campak jerman) dan oral polio vacine (OPV), tanpa melihat status imunisasi MR anak sebelumnya.

“Ini untuk mencegah adanya KLB (kejadian luar biasa) atau wabah penyakit pada anak-anak,” jelasnya.

Kasil pun meminta dukungan dari masyarakat untuk mensukseskan program BIAN ini. Termasuk, tidak perlu khawatir terjadinya KIPI. Karena imunisasi MR maupun OPV ini bukanlah hal baru, sehingga risiko terjadinya KIPI berat sangat kecil. “Namun, jika ada anak yang mengalami KIPI sedang hingga berat dapat segera dirujuk ke RSUD dr. Iskak Tulungagung,” ujarnya. (HUMAS/AAP)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?