Selama Pandemi, Instalasi Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Iskak “Buka” 24 Jam

PANDEMI COVID-19 yang berlangsung lebih dari satu setengah tahun telah menggubah pola kerja tim laborat yang selama ini bekerja di Instalasi Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Iskak. Jika dulu tim analis di instalasi ini bekerja pada jam kerja normal atau pada kondisi saat dibutuhkan, kini instalasi ini terus buka 24 jam.

Operasional pelayanan nonstop ini dikarenakan banyaknya sampel PCR (Polymerase Chain Reaction) yang harus diperiksa siang-malam, pagi-sore, dan begitu seterusnya.

“Dahulu setiap pasien tidak perlu tes usap PCR. Namun kini semua pasien yang baru masuk di RSUD dr. Iskak, harus menjalani tes tersebut untuk mengetahui terpapar virus Corona atau tidak,” kata Kepala Instalasi Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Iskak, dr. Rendra Bramanthi, Sp. MK (K).

Pasien yang baru datang, misalnya sakit ringan atau berat, akan menjalani screening kesehatan yang ketat dengan tes swab PCR. Hal ini menjadikan jam kerja tim Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Iskak, bekerja selama 24 jam.

”Barangkali hanya di sini yang bekerja 24 jam, Hari Minggu atau tanggal merah tetap bekerja, ini demi menjaga keselamatan pasien dan nakes atau tenaga kesehatan sendiri,” lanjutnya.

Jumlah tenaga analis di Instalasi Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Iskak sendiri saat ini ada 25 orang. Mereka bekerja dengan tiga shift, yakni pagi, siang dan malam. Sebelum pandemi, Instalasi Mikrobilogi Klinik bekerja dengan dua shift.

Dokter Rendra menceritakan, timnya terdiri dari analis yang mengambil tes usap dan analis yang memeriksa sampel PCR di laboratorium.

Tim Mikrobiologi Klinik bekerja di tengah pandemi penyakit yang sangat mudah menular, hal ini membuat tugas menjadi lebih berat.

Prosedur kewaspadaan diterapkan berlapis-lapis bagi seluruh pegawai. Penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi keharusan.

Para analis harus mengenakan APD lengkap mulai sepatu boot, baju hazmat, masker, kacamata google hingga pelindung wajah (face shield).

Setiap harinya diperkirakan 200 lebih sampel PCR yang diperiksa. Hal itu berdasarkan data yakni sampel PCR dari pasien RSUD dr. Iskak mencapai 100-150 per harinya, sedangkan sampel PCR dari luar RSUD dr. Iskak sejumlah 70-80 sampel per harinya.

”Tim kami bekerja butuh banyak minum kopi supaya kuat melek, hehe” canda dokter Rendra di tengah-tengah wawancara.

Pemeriksaan sampel PCR adalah satu pemeriksaan yang sangat penting dalam menunjang diagnosis dokter.

Jika pasien terkonfirmasi positif, maka segera dirawat di ruang isolasi intensif. Sedangkan pasien yang terkonfirmasi negatif, bisa dirawat di ruang non-COVID-19.

Berkat kerja keras dengan kolaborasi berbagai tim kesehatan, salah satunya tim Instalasi Mikrobiologi Kinik RSUD dr. Iskak, rasio kematian akibat COVID-19 di Tulungagung hingga akhir Juni 2021 terbilang rendah.

Data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyebutkan terdapat 71 orang meninggal akibat COVID-19, dari total kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak  3.510.

Untuk informasi, Laboratorium Mikrobiologi RSUD dr. Iskak sejak pertengahan Juni 2020 lalu telah memiliki sendiri mesin tes PCR. Artinya, para analis telah bekerja tiga shift selama satu tahun, supaya memberikan pelayanan non-stop atau 24 jam. Selain memeriksa sampel PCR, analis di Instalasi Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Iskak masih bekerja memeriksa sampel infeksi lainnya, seperti TBC atau tuberkulosis, bakteri dan lainnya. (PKRS/MAS)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?