Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Sembuh Dari Covid-19 Haru-Biru Usai Sebulan Berjibaku

Sembuh Dari Covid-19 Haru-Biru Usai Sebulan Berjibaku

Wajah Dian Sari Maharani pada pagi itu terlihat berbunga-bunga. Ucapan dari berbagai kolega, handai taulan dan orang-orang yang tak dikenalnya persis pun datang bertubi-tubi melalui pesan pendek maupun layanan whatsapp di ponselnya. Semua menyelamati kepulangannya setelah hampir sebulan menjalani karantina di asrama pegawai RSUD dr Iskak Tulungagung.

OMEN akhir april lalu itu terasa begitu mengharu biru. dian menjadi satu dari puluhan tenaga kesehatan (nakes) di lingkup rSud dr. Iskak yang lebih dulu dinyatakan sembuh dari serangan coronavirus strain baru. tak terperikan gembira dan bahagia dian. Saat menerima karangan bunga tanda ikut suka cita yang diterimakan dari Ibu Kades tunggangri Sri Lailatin, saat rekan-rekan sejawatnya bertepuk riuh mengiringi langkahnya menjejak kampung halamana, serta sambutan bak pahlawan dari tetangga sekitar kala kakinya mengayun masuk gang menuju halaman rumahnya.

Elu-elu tak jua berhenti sampai dian bertemu sang suami tercinta lalu masuk ke teras istana kecilnya. “Ini hari paling luar biasa seumur hidup saya,” gumam dian kepada sejawatnya, serta warga, yang terus memberikan dukungan hingga dia berhasil melewati periode tiga pekan yang mencekam di asrama karantina CoVId-19, rSud dr. Iskak tulungagung.

Kebahagiaan dan haru-biru yang dirasakan dian, dirasakan pula oleh nakes lain yang berhasil sembuh dari sengatan coronavirus atau SarS-CoV-2. Bergelombang namun pasti, 35 tenaga medis yang sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi positif CoVId-19 maupun berstatus reaktif berdasar hasil rapid test CoVId-19, diperbolehkan pulang berkumpul dengan keluarga masingmasing setelah hasil uji spacimen swab test, dinyatakan negatif corona.

Kendati tak seheboh dian yang sempat disambut bak seorang pahlawan di kampung halamannya, kebahagiaan bercampur haru biru tersirat dari wajah para nakes saat mereka berjalan keluar dari kamar-kamar isolasi di asrama karantina, baik di mess pegawai rSud dr. Iskak maupun yang sebagian tinggal di rusunawa IaIn tulungagung.

Beberapa kali prosesi pelepasan yang dilakukan langsung oleh unsur pimpinan rSud dr. Iskak, baik oleh direktur rSud, dr. Supriyanto, Sp.B, m.Kes maupun Wakil direktur rSud saat itu dr. Kasil rokhmad, mmrS (sekarang Kepala dinas Kesehatan Kabupaten tulungagung), pengumuman disampaikan secara resmi.

Para nakes yang hendak dilepas dari zona karantina ini dikumpulkan di halaman, lalu secara formal dibacakan hasil pemeriksaan swab test dilanjutkan dengan penyerahan surat keterangan sehat dari Gugus tugas Percepatan Penanganan CoVId-19 Kabupaten tulungagung. tenaga medis lain di rSud dr Iskak yang terinfeksi ada dr rendra Bramanti, Sp.mK, ahli mikrobiologi klinik, dr. aris Setyawan, tenaga paramedis doni Eko Saputro dan masih banyak lagi yang sembuh dan beraktivitas kembali, berjuang di fasilitas medis dan menangani pasienpasien CoVId-19 yang silih berganti masuk ruang perawatan rSud dr. Iskak.

“Kami beruntung dan bersyukur menjalani seluruh rangkaian proses tata laksana penanganan CoVId-19 di asrama karantina ini sehingga bisa sembuh dan yang terpenting lagi, memutus rantai penularan ke orang lain,” ujar dr aris usai sujud syukur bersama nakes yang barusan sembuh dari corona. namun di balik infeksi virus ini, dr. aris, dr. rendra, dr, Jasin maupun 32 nakes lain, bersyukur bisa sembuh dan kembali dalam kondisi sehat. dengan demikian ada imunitas di dalam tubuhnya untuk melawan virus ini.

Kasi Informasi da Pemasaran rSud dr. Iskak, mochamad rifai mengatakan, total tenaga kesehatan rSud dr Iskak yang terinfeksi CoVId-19 sebanyak 35 orang yang terdiri dari dokter dan perawat. “tapi semuanya sudah sembuh,” ujarnya. rifai mengatakan CoVId-19 adalah penyakit akibat infeksi virus yang sangat menular sehingga selama pandemi CoVId-19 tenaga kesehatan khususnya yang menangani langsung pasien CoVId-19 menghadapi resiko paling tinggi tertular meski penerapan kewaspadaan berlapis telah diterapkan.

Dalam situasi itu, lanjut rifai, pengetesan rutin dilakukan dalam frekuensi tinggi terhadap tenaga kesehatan dan sejumlah pegawai rSud dr Iskak. “agar jika ada yang tertular segera menjalani karantina dan penyembuhan. Ini untuk mencegah rumah sakit turut menjadi salah satu pusat penularan.” (MDj/MAh/MDS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119