Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Si-Poetri, Menurunkan Lama Antrean Menjadi 60 Menit

Si-Poetri, Menurunkan Lama Antrean Menjadi 60 Menit

RSUD dr. Iskak Tulungagung kembali merevitalisasi Sistem Informasi Pendaftaran Online Tanpa Antri (Si-Poetri). Sebanyak 16 Duta Si-Poetri disiapkan, untuk mengajari pasien cara menggunakan aplikasi ini. Sebab SiPoetri dinilai terbukti mampu memangkas waktu antrean pasien sebelum mendapatkan layanan medis. Si-Poetri pada dasarnya adalah aplikasi berbasis android.

Namun dalam kondisi pasien tidak memiliki gawai android atau tidak memiliki paket data, aplikasi ini bisa diakses melalui layanan SmS dan whatsapp (mode wifi). aplikasi ini sudah diluncurkan tujuh bulan lalu, namun rupanya belum mendapat respon luas dari masyarakat. Terbukti hanya sekitar 500 orang yang sudah mengunduh aplikasi ini.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr Kasil Rokhmad, MMRS mengungkapkan, aplikasi ini memberikan dampak signifikan. Sebelum ada Si-Poetri, lama antrean pasien mencapai 200 menit lebih. Saat awal Si-Poetri dijalankan, lama antrean mulai menurun menjadi 140 menit per pasien.

Dan pada evaluasi akhir tahun 2019, antrean pasien di poliklinik RSUD dr. Iskak turun menjadi 60 menit per pasien. Karena itu dr Kasil optimis, optimalisasi aplikasi ini bisa menekan waktu antrean lebih singkat. Pihaknya ingin mencapai kondisi ideal, lama antrean maksimal 60 menit per pasien. “Seharusnya tidak boleh lebih dari 60 menit. Karena itu kami bentuk Duta Si-Poetri,” terang dr Kasil, saat peluncuran Duta Si-Poetri, Rabu (26/2/2020). RSUD dr Iskak melayani pasien rawat jalan 600-700 per hari.

SUKSES: Wakil direktur Pelayanan, dr. Kasil Rokhmad memberikan sambutan saat peluncuran Duta Si Poetri

Dari jumlah itu, hanya 30 persen di antaranya, atau 180-210 pasien yang mendaftar lewat aplikasi SiPoetri. Sisanya mendaftar secara manual, datang langsung ke loket yang ada di RSUD dr Iskak. Padahal, lanjut dr Kasil, tempat duduk di RSUD dr Iskak sangat terbatas. Demikian juga tempat parkir untuk kendaraan pasien juga terbatas. Karena itu seharusnya pasien tidak perlu lama-lama di RSUD dr Iskak, dengan datang mendekati waktu pelayanan.

“Jadi semuanya bisa gantian, jangan datang bersamaan dan menggerombol di ruang tunggu. ada yang pulang, terus ada yang datang, demikian sampai terlayani semua,” tuturnya. Karena itu Duta Si-Poetri diberi tugas pokok mengajari para pasien menggunakan telepon selulernya untuk mendaftar. Jika ponselnya jenis android, maka diajar mengunduh aplikasi, registrasi hingga cara mendaftar secara online.

Jika ponselnya bukan android, maka diajar untuk mendaftar lewat SmS atau whatsapp. Para Duta Si-Poetri ini akan bertugas selama sebulan penuh di tempat antrean RSUD dr Iskak. mereka akan bertatap muka dengan pasien, dan mengajari mereka menggunakan aplikasi Si-Poetri sampai bisa. Setelah satu bulan, akan ada dua orang yang bertugas setiap hari untuk menjaring pasien baru. masih menurut dr. Kasil, pihaknya berharap prosentase penggunaan Si-Poetri mendekati 100 persen.

Target ini berupaya dicapai hingga akhir 2020. Seiring optimalisasi penggunaan Si-Poetri ini, loket pendaftaran manual akan dikurangi fungsinya secara bertahap, sampai system layanan pendaftaran online optimal. “Loket manual tidak akan ditutup, karena masih ada pasien dari luar kota yang baru mendaftar. Tapi ke depan sumber daya dan pelayanannya akan dikurangi,” ujar dr. Kasil.

Aplikasi Si-Poetri bisa digunakan untuk mendaftar tujuh (7) hari sebelumnya. namun pendaftaran lewat SmS dan whatsapp hanya bisa dilakukan sehari sebelumnya. Dengan daftar secara online, pasien mendapatkan banyak keuntungan. Sistem akan memberikan jawaban, jam berapa pasien harus datang ke rumah sakit. Sehingga pasien tetap bisa beraktivitas di rumah seperti biasa, dan memperkirakan waktu keberangkatan.

Sesampai di rumah sakit tinggal mengonfirmasi kedatangan ke loket khusus. Jika tidak mau ke loket, ada alat bantu yang disebut SiTole, kependekan dari sistem pendaftaran nutol dewe/mandiri. Si -Tole berupa perangkat komputer mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM). Pasien bisa melakukan cek in mandiri, untuk mengabarkan bahwa pasien sudah datang di RSUD dr. Iskak. Pasien tinggal memasukkan kode yang dikirim lewat SMS atau WA, atau tinggal scan kode QR di aplikasi.

“Begitu ada yang daftar online, ada petugas kami yang bekerja menyiapkan rekam medis pasien. Mereka bekerja hingga larut malam untuk memastikan, rekam medis itu ada di meja dokter saat pasien berobat,” urai dr Kasil. Si-Tole mencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP), yang membuktikan jaminan pasien mendapat pelayanan BPJS. Sedangkan untuk pasien umum nanti akan muncul bill untuk pembayaran di loket umum. SEP ini kemudian diserahkan ke poli yang dituju.

Untuk memudahkan pasien, Anjungan Si Tole ditempatkan di tiga titik, yaitu di di depan loket BPJS, di Graha (Paviliun), dan loket umum. Komsiyah (60) salah satu pasien poli bedah asal Rejotangan mengaku terbantu dengan Si-Poetri. Komsiyah sebelumnya sudah daftar dengan menggunakan sistem SmS. Setiba di RSUD dr Iskak, ia istirahat sebentar dan mengonfirmasi kedatangan di loket pendaftaran online.

Dalam waktu singkat ia kembali duduk dan mendapatkan nomor antrean. menurutnya cara pendaftaran secara online memudahkan warga yang rumahnya jauh sepertinya. Pasien tidak harus bersaing datang pagipagi ke rumah sakit. Sebab mereka yang rumahnya jauh harus bangun lebih pagi untuk bisa mendapat nomor urut lebih awal. “Sudah ada perintah disuruh datang jam berapa.

Tapi saya tetap ingin datang lebih awal,” ucapnya, saat ditemui di depan loket. Pasien lainnya, Joko (55) mengaku layanan Si-Poetri dan Si-Tole saling melengkapi dan membuat pasien bisa lebih mandiri. Proses pendaftaran tidak harus berebut karena bisa dilakukan hari-hari sebelumnya. Sistem sudah mengatur akan dilayani jam berapa, sehingga bisa mengatur waktu kedatangan ke rumah sakit.

“Begitu datang tinggal scan di Si-Tole, sudah terdaftar otomatis. Tinggal duduk menunggu panggilan,” ucapnya. Kabid Pengendalian Layanan RSUD dr Iskak, Sujianto mengaku masih menghadapi kendala dari pasien. meski sistem sudah memberikan saran waktu kedatangan ke rumah sakit, pasien sering kali mengabaikannya.

Mereka tetap datang lebih awal karena takut terlambat. akibatnya masih terjadi penumpukan antrean. “Padahal kalau daftar online, tidak usah takut terlambat. Turuti saja waktu yang disarankan oleh sistem, semuanya akan dilayani secara efektif dan hemat waktu. Tidak perlu menumpuk di rumah sakit,” ujarnya. (*)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119