Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Sompil si Kuliner Rakyat Jelata nan Legendaris

Sompil si Kuliner Rakyat Jelata nan Legendaris

SElAIN sate dan lodho ayam, ada menu kuliner khas warisan budaya local di daerah Mataraman yang sangat legendaris. Namanya ‘sompil’. Sejenis makanan harian berbahan dasar beras namun dengan komposisi menu olahan tertentu , memiliki citarasa rasa pawonan yang khas, serta disajikan menggunakan daun pisang atau daun jati sebagai pengganti piring.

Biasanya sompil disajikan dengan sayur lodeh pepaya muda. Komposisi sayur ini bisa diganti sayur buah nangka muda, kacang panjang dan kacang lotho. Sompil yang khas biasanya bercitarasa pedas dipadukan dengan urap-urap dicampur parutan kelapa muda pedas. Lauknya biasanya ikan asin, kerupuk puli dan bisa ditambah sesuai selera seperti telur atau lainnya.

Walaupun kelihatan sederhana, namun Sompil mempunyai rasa yang lezat. Ciri khas sompil ialah teksturnya yang sangat lembut berbeda dengan kebanyakan lontong pada umumnya. Lembutnya sompil makin nikmat disantap dengan gurih pedasnya sayur lodeh. Sompil acapkali ditemukan di beberapa sudut kota Tulungagung, seperti di Pasar Senggol setiap minggu pagi, ataupun di depan Pasar ngemplak, Tulungagung setiap sore hingga malam hari.

Masalah harga tak membuat kantong bolong. Satu porsi sompil dengan lauk ikan asin dan kerupuk puli bisa dibeli dengan harga Rp5 ribu, murahkan?! Tapi bicara sompil, tak lengkap rasanya jika kita tak mengenal asal-usul makanan ini. menurut budayawan Tulungagung, Endin Didik handoko, dulu sompil dibuat sebagai bekal warga yang ingin perjalanan jauh. Seiring perjalanan waktu kala itu, kuliner sompil yang kian memasyarakat kemudian juga diproduksi untuk bekal warga bekerja di sawah, kebun ataupun di ladang/tegalan yang jauh.

Penyajian sompil bervarisai di setiap wilayah. Walaupun tak keluar dari pakem dengan sompil, sayur lodeh, dan ikan asin dalam penyajianya. Beberapa daerah seperti di Pasar Senggol, penyajian sompil ditambah dengan taburan bubuk kedelai yang disangrai. Pembuatan bubuk kedelai ini cukup mudah.

Kedelai yang masih mentah disanggrai hingga matang, sekitar 1-2 jam. Selanjutnya kedelai yang telah disanggrai itu di haluskan dengan cara di tumbuk atau diblender. Setelah jadi, bubuk kedelai siap disajikan dengan ditaburkan diatas sompil. Penasaran dengan rasa sompil, datang saja ke Tulungagung dan nikmati citarasa sompil yang nikmat dan elegan. (*)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119