Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Sudah Perawatan Tapi Masih Jerawatan? Begini Penjelasan Pakar Kulit

Sudah Perawatan Tapi Masih Jerawatan? Begini Penjelasan Pakar Kulit

JERAWAT yang tiba-tiba muncul pada wajah memang suatu hal yang menyebalkan, apalagi bagi perempuan atau laki-laki yang sudah menjalani perawatan wajah.

Kalaupun jerawat sudah sembuh, biasanya bekas jerawat tetap ada, tidak jarang bisa muncul jerawat lagi di tempat yang sama. Dampak jerawat lainnya, yaitu membikin kita tidak nyaman, kesal, dan malu saat bertemu orang.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Sekar Puspita, Sp.KK mengatakan, jerawat bisa muncul saat masih bayi hingga dewasa.

”Usia 40 juga masih bisa jerawatan, tergantung penyebabnya,” kata dr. Sekar saat talkshow interaktif yang digelar PKRS (Program Kesehatan Rumah Sakit) RSUD dr. Iskak di kanal Youtube, Facebook , Instagram  pada Senin 22 Maret 2021.

Dokter Sekar menjelaskan, penyebab jerawat biasanya dipengaruhi empat faktor dasar, seperti kulit pengelupasan yang di kulit sering berjerawat, produksi minyak meningkat, ada bakteri, hingga radang.

”Biasanya sudah perawatan namun, kok masih tumbuh jerawat?” tanya dr Sekar.

Ia melanjutkan, pengaruh hormonal seperti stres, makanan, dan lain sebagainya bisa memincu timbulnya jerawat.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk jerawat, yakni dengan membeli obat di apotek.

”Jika sudah memakai obat apotek, namun tak kunjung sembuh, jerawat semakin banyak dan menimbulkan rasa nyeri, maka bisa konsultasi ke dokter spesialis,” ungkapnya.

Ia bercerita, pasien paling parah yang pernah ditangani, yakni jerawatnya yang banyak hingga membikin hidung bengkak. Dokter Sekar mengatakan jerawat tersebut menimbulkan nanah dan nyeri, ternyata akibat krim-krim ilegal yang dipakai.

Tahapan penyembuhan jerawat, yaitu sehabis radang merah dan bernanah, lalu ada perubahan warna.

”Benjolan sudah hilang, kemudian berubah warna jerawat menjadi merah atau coklat,” papar dia.

”Wajah menjadi bopeng karena bekas luka jerawat itu hal yang wajar, lama-kelamaan akan sembuh sendiri, tetapi lama sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, memilih skin care yang sesuai dengan kulit menjadi kunci agar tidak jerawatan. Dokter Sekar berbagi tips agar tidak menjadi korban iklan produk kecantikan.

Seperti berikut tipsnya; memilih pembersih yang PH-nya normal, formulanya lembut, tidak mengandung pewangi dan pewarna.

”Apabila sedang perawatan jerawat, efek sampingnya kulit mengering, bisa diatasi dengan pelembab,” kata dia.

”Kami sarankan memilih skin care yang dijual bebas dengan izin BPOM, karena sudah diuji kelayakannya,” imbuhnya.

Ia menambahkan jika skin care yang sesuai anjuran dokter, hal itu bisa bagus untuk kulit karena petunjuk sesuai dari pakarnya.

”Jangan tergiur skin care ilegal, karena bisa jadi dampaknya berbahaya, seperti mengandung merkuri,” paparnya. Bagi Anda yang ingin periksa kesehatan kulit dengan dokter Sekar, bisa datang di Poli Kulit, Poli Estetika dan Poli Eksekutif Graha Hita Husada RSUD dr Iskak. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119