Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Tahukah Anda, Penyakit Mata Bisa Muncul Gegara Penggunaan Softlens

Tahukah Anda, Penyakit Mata Bisa Muncul Gegara Penggunaan Softlens

SOFTLENS atau lensa kontak pada mata biasanya dipilih seseorang yang memili masalah penglihatan, karena dianggap lebih praktis sekaligus bisa menunjang penampilan. Tapi bukan berarti penggunaan softlens tanpa masalah lho…!

Penggunaan yang kurang tepat, perawatan yang kurang memperhatikan higienitas, justru akan memicu persoalan baru yang membahayakan kesehatan mata itu sendiri.

Nah, ada baiknya kita mengenali lebih jauh dampak softlens bagi mata, sebelum memutuskan untuk menggunakan aksesoris satu ini dalam jangka panjang. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini.

Dokter Spesialis Mata RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Hera Lesmana, Sp.M menjelaskan, pengunaan softlens yang kurang sesuai dengan bentuk mata saja, sudah bisa menyebabkan timbulnya masalah baru bagi indera penglihatan kita. Mulai dari alergi, iritasi, infeksi hingga timbulnya ketidaknyamanan saat digunakan. Bukannya menjadi nyaman, yang terjadi justru merasa risih.

Karenanya, dr. Hera menyarankan agar sebelum pasien memutuskan untuk memasang softlens, sebaiknya pengguna/calon pengguna berkonsultasi dulu pada ahlinya atau terlebih dahulu, dokter.

Terdapat beberapa syarat atau kondisi yang harus dipenuhi sebelum kita memutuskan memilih jenis lensa kontak ini. “Misalnya, menentukan tipe softlens yang sesuai dengan diameter kecembungan mata pasien, karena setiap orang mempunyai bentuk mata yang berbeda beda,” jelasnya.

Dengan berkonsultasi, minimal kita bisa adalah menghindari kesalahan dalam pemilihan softlens. Selain itu, untuk mengetahui tata cara pengunaan yang baik dan benar sesuai dengan anjuran dokter.

“Kontak lensa tidak boleh dipasang secara sembarangan. Sebab letaknya berada di lapisan mata yang sensitif, sehingga harus berhati-hati. Jika hasil pemeriksaan memenuhi syarat maka pemasangan softlens boleh dilanjutkan,” ujarnya.

Dokter Hera mengatakan, umumnya orang melakukan kesalahan saat membeli produk softlens yang terjual bebas di pasaran.

Pasien tidak memperhatikan ukuran yang cocok dan tidak melakukan konsultasi pada ahlinya, padahal cara ini dapat membahayakan dirinya sendiri.

“Mengapa bahaya, sebab di pasaran ukuran kecembungan softlens itu hanya rata-rata. Kalau cocok sih gak masalah. Talu kalau tidak pas, softlens bisa bergeser-geser di dalam mata, dan ini cukup berisiko,” lanjutnya.

Selain itu, terjadinya risiko gangguan kesehatan mata seperti infeksi dan iritasi itu dikarenakan tata-cara pemasangan kontak lensa tidak sesuai dengan anjuran dokter yang semestinya.

“Biasanya pasien malas membersihkan tangan sebelum melepas atau memasang softlens. Nah, ketika tangan kotor dapat mengakibatkan infeksi dan bahkan menimbulkan iritasi sampai mata merah,” paparnya.

Sementara itu, pihaknya menuturkan memilih jenis lensa kontak yang baik adalah dengan memilih produk softlens dengan kandungan air 60 persen.

“Varian kandungan air pada softlens beragam ada yang 40 persen, 50 persen dan 60 persen. Dan Untuk mengetahui kandungan airnya bisa di lihat di bagian kardusnya. Namun sebaiknya lakukanlah konsultasi dengan dokter sebelum memasangnya,” pungkas Dokter Aini. (PKRS/MFW)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119