Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Tahukah Anda? Satu Perempuan Meninggal karena Kanker Serviks?

Tahukah Anda? Satu Perempuan Meninggal karena Kanker Serviks?

APA itu kanker serviks? Kanker serviks yang sering disebut sebagai kanker leher rahim, merupakan penyebab kematian terbanyak pada wanita di dunia terutama di negara berkembang. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Namun bagi kaum perempuan wajib waspada jika timbul tanda-tanda tertentu seperti keluar darah pada vagina setelah berhubungan badan di luar jadwal menstruasi atau setelah masa menopause. “Kalau setelah berhubungan seks keluar dari vagina itu bisa jadi tanda-tanda kanker serviks,” ujar dokter spesialis kandungan RSUD dr. Iskak, dr. Cholid Rochman Riskianto, Sp.OG.

Ia mengatakan, selain tanda di atas, ada beberapa tanda yang biasa terjadi dan harus diwaspadai oleh wanita antara lain :

  1. Keputihan atau keluar cairan encer agak berbau dari vagina. Getah yang keluar dari vagina ini semakin lama semakin berbau busuk karena adanya infeksi dan kerusakan jaringan.
  2. Perdarahan setelah senggama (post coital bleeding) yang dapat berlanjut ke perdarahan tiba-tiba tanpa ada faktor pencetus yang jelas.
  3. Keluar darah setelah wanita mengalami menopause.
  4. Perdarahan yang terus menerus dapat menimbulkan gejala kurang darah. Pada situasi ini, ibu harus waspada jika merasa kurang tenaga atau sering pusing tanpa sebab yang jelas.
  5. Pada tahap lanjut dimana terjadi penyebaran dari kanker serviks , timbul nyeri pada daerah panggul atau pada daerah perut bagian bawah.
  6. Pada stadium kanker akhir, badan menjadi kurus karena kekurangan gizi, bengkak pada kaki, timbul peradangan pada kandung kemih dan poros usus besar bagian bawah, terbentuknya saluran jalan lahir dengan saluran kencing maupun dengan saluran pembuangan.

HUMAN PAPILLOMAVIRUS

Kanker serviks disebabkan oleh virus yang sering disebut Human Papillomavirus (HPV). Resiko penularan virus ini meningkat jika diiringi gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, seks yang tidak aman dan penggunaan alat kontrasespsi yang tidak tepat.

Dr. Cholid Rochman Riskianto, Sp.OG menjelaskan, mekanisme timbulnya kanker serviks ini merupakan suatu proses yang komplek dan sangat variasi hingga sulit untuk dipahami. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin.

Ada banyak yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang menganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. “HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks,” ungkap dr Cholid.

Dari banyaknya jenis HPV, lanjut dia, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 kasus kanker serviks. Banyak wanita tidak menyadari terinfeksi, karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. HPV adalah virus yang “cerdas”.

HPV tidak masuk ke dalam pembuluh darah, melainkan bersembunyi di sel paling dasar sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala. “Kanker serviks tidak terjadi secara tiba-tiba. Perjalanan seseorang terkena kanker serviks itu berjalan lebih dari 10 tahun, mulai dari terpapar HPV sampai ke stadium 3B.

Ketika seorang perempuan terinfeksi HPV dan sistem imun tubuhnya tak mampu membersihkan virus tersebut, maka sel-sel yang abnormal dapat berkembang di daerah serviks,” papar dr Cholid memberian ulasannya. Dan apabila hal tersebut tidak terdeteksi secara dini, lanjut dia, maka akan berkembang menjadi kanker serviks.

PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

Meski berbahaya dan menjadi pembunuh wanita nomer satu, ada beberapa cara mencegah timbulnya kanker servik, selain harus bergaya hidup sehat tentunya. Cara mencegah kanker servik antara lain:

  1. Vaksinasi : vaksinani diberikan pada usia remaja sebelum wanita melakukan seks aktif, Akan tetapi, vaksin ini juga dapat diberikan kepada laki-laki untuk lebih melindungi pasangannya dari terkena infeksi HPV.
  2. Berhubungan seks dengan aman, setia pada pasangan
  3. Screening rutin dengan IVA. Deteksi dini kanker serviks lewat pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dianggap dapat membantu menyelamatkan banyak wanita karena relatif mudah dilakukan dan hasilnya cepat diperoleh. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan meneteskan asam asetat (asam cuka) pada permukaan mulut rahim. Teknik ini dinilai terjangkau, mudah, hanya memerlukan alat sederhana, dan hasilnya bisa langsung didapatkan.
  4. Papsmear. Prosedur ini dilakukan dengan membuka vagina menggunakan alat khusus yang dinamakan spekulum atau cocor bebek, kemudian mengambil sampel sel dari leher rahim dengan mengikis jaringan serviks dengan sikat khusus untuk diteliti di laboratorium. Melalui papsmear, keberadaan sel-sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker dapat dideteksi.
  5. Berhenti merokok atau memulai gaya hidup sehat dapat menurunkan resiko terkena kanker serviks. (*)
0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119