Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Terapi Plasma Konvalesen, Sebuah Ikhtiar untuk Kesembuhan Pasien COVID-19

Terapi Plasma Konvalesen, Sebuah Ikhtiar untuk Kesembuhan Pasien COVID-19

SEJUMLAH ikhtiar dilakukan pemerintah dan tim medis untuk penanganan virus COVID-19. Upaya vaksinasi kepada tenaga kesehatan (nakes) dan pelayan publik menjadi contoh nyata untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Untuk pasien COVID-19, ikhtiar yang dilakukan untuk penyembuhan yakni dengan terapi plasma konvalesen.

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinis RSUD dr Iskak Tulungagung dr Rendra Bramanthi Sp.MK(K) menjelaskan, terapi plasma konvalesen memberikan antibodi kepada pasien COVID-19.

”Cara kerja dari terapi plasma konvalesen ini hampir sama dengan vaksin COVID-19,” kata Rendra, Rabu, 3 Maret 2020.

”Pasien yang terpapar virus COVID-19 menerima antibodi dari penyintas COVID-19,” imbuhnnya.

Donor plasma konvalesen didapatkan dari pengambilan darah yang berasal dari penyintas COVID-19 dengan alat atau perangkat yakni mesin ampherisis. Plasma darah yang diambil itu mengandung antibodi yang bisa membantu penyembuhan pasien COVID-19.

Proses terapi dilakukan dengan mentransfusikan antibodi yang berasal dari plasma darah. Nah, antibodi itu bertujuan membunuh virus serta mencegah terjadinya inflamasi atau peradangan pada tubuh yang masif.

Di RSUD dr, Iskak sendiri sebagai rumah sakit rujukan pemerintah untuk pasien COVID-19, tim medis beberapa kali memberikan terapi plasma konvalesen, terutama kepada pasien dengan gelaja yang berat. Sekitar 5-10 pasien sudah menerima terapi plasma konvalesen ini.

”Sejak pertengahan COVID-19 melanda Indonesia, terapi plasma diberikan kepada pasien COVID-19, hasilnya pasien bisa membaik,” kata dokter yang berasal dari Trenggalek ini.

Mengenai akurasi terapi plasma konvalesen, Dokter Rendra mengatakan berdasarkan penelitian angka kesembuhan sekitar lima (5) persen. ”Ya, ini upaya dari berbagai pihak untuk penanganan pasien  COVID-19,” ujarnya.

Dokter Rendra mengatakan, tidak semua penyintas COVID-19 bisa mendonorkan plasma darah konvalesen, syarat utamanya antibodi harus masih aktif.

Pemeriksaan kesehatan sangat ketat dilakukan kepada penyintas COVID-19 yang ingin mendonorkan plasma darahnya. Sejumlah syarat harus dipenuhi seperti di antaranya berusia 18-60 tahun, laki-laki, perempuan yang belum pernah hamil, dinyatakan sembuh dari COVID-19, tidak memiliki riwayat penyakit hepatitis B dan C, HIV, serta sifilis.

Lanjutnya, pendonor hanya diambil komposisi plasmanya sebanyak 400-600 mililiter tanpa mengambil sel darah putih dan sel trombosit. Di Tulungagung, penyintas COVID-19 yang ingin mendonorkan plasma konvalesen bisa di Unit Donor Darah (UDD) PMI Tulungagung pada jam kerja atau pada jam operasional yang telah dijadwalkan. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119