Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Tingkatkan Pelayanan, RSUD dr. Iskak Tambah Ruang Isolasi COVID-19

Tingkatkan Pelayanan, RSUD dr. Iskak Tambah Ruang Isolasi COVID-19

INSTALASI Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Iskak mencatat 25 pasien COVID-19 pada bulan Desember 2020. Jumlah itu merupakan load antrean pasien tertinggi selama era pandemi corona yang mulai (teridentifikasi di Indonesia) Maret 2020.

Merespon tren peningkatan kasus COVID-19 itulah, RSUD dr Iskak sebagai rumah sakit rujukan layanan pasien COVID-19 memutuskan menambah ruang isolasi.

Plt. Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A. mengatakan, sebelumnya terdapat 8 ruang isolasi, kini bertambah menjadi 9 ruang isolasi.

”Totalnya ada 180 tempat tidur, semuanya sudah sesuai standar,” kata dia

RSUD dr. Iskak sejak mula memang sudah ditunjuk pemerintah sebagai rumah sakit rujukan pasien COVID-19, sehingga pasien yang datang memiliki kategori pasien yang berat. Atas dasar itulah, lanjut Aini, pihaknya memutuskan untuk menambah ruang isolasi intensif demi memperbesar kapasitas tampung rawat inap pasien corona.

”Satu ruangan HCU (High Care Unit) difungsikan menjadi ruang isolasi intensif yang sesuai juga dengan standar,” kata dokter Aini.

Di ruang HCU yang difungsikan sebagai ruang isolasi pasien COVID-19 itu, lanjut Aini, ada 9 tempat tidur, bukan sekat. Masing-masing tempat tidur berada dalam kamar per kamar yang saling terpisah,” imbuhnya.

Dokter Aini menegaskan, setiap/semua pasien yang baru datang ke rumah sakit, baik melalui IGD maupun poliklinik untuk rawat jalan, akan mendapatkan screening atau cek kesehatan.

”(Pemeriksaan/screeningini) bertujuan untuk membedakan pasien COVID-19 atau pasien non-COVID-19,” kata dokter spesialis anak ini.

Ia menambahkan, dalam 1-2 pekan ini, RSUD dr. Iskak telah berupaya mengoperasikan gedung baru lima lantai yang dibangun sejak tahun 2020 lalu.

”Nantinya di lantai 4 terdapat 133 tempat tidur, kami rencanakan untuk rawat inap pasien non-COVID-19,” ungkapnya.

Sementara di lantai satu gedung baru yang sama  bakal dipakai untuk ruang transit, yaitu ruang untuk pasien yang menunggu screening kesehatan.

Hal ini bisa terjadi lantaran proses pemeriksaan kesehatan tidak bisa dilakukan dengan waktu singkat. Biasanya, pasien yang baru menjalani cek kesehatan harus menunggu antara 6 – 12 jam.

”Kalau hasil screening kesehatan adalah positif, ya kami bawa ke ruang isolasi. Sedangkan kalau hasilnya negatif otomatis dirawat di kamar biasa,” jelas dokter Aini.

Saat disinggung alur pasien yang masuk IGD, dokter Aini mengatakan pasien masuk primary triase terlebih dahulu. Di sana pasien mendapatkan sejumlah pertanyaan dari tenaga medis seperti gejala hingga riwayat perjalanan. Bagi pasien yang emergency, sesuai prosedur akan dilakukan pengambilan swab PCRlangsung di IGD.

”Jika kondisi pasien tidak darurat, swab dilakukan di ruang transit,” katanya.

Sementara itu, khusus pasien yang hendak menjalani operasi harus menjalani pemeriksaan di Poli COVID-19 dahulu. Jika hasilnya negatif, pasien diperbolehkan menjalani operasi.

Pemberlakuan Sistem Tele-visite untuk Pantau Pasien COVID-19 di IGD >>

Pemberlakuan Sistem Tele-visite untuk Pantau Pasien COVID-19 di IGD

Menurut dokter Aini, Pihaknya juga bekerja dengan dokter konsultan yang terdiri dari dokter jantung, dokter paru-paru, dokter anak, dokter anastesia, dan lainnya untuk memantau langsung pasien di IGD.

”Kami menamakan tele-visite untuk mengontrol kondisi pasien setiap jam 12 siang. Ini berlaku mulai Senin hingga Sabtu,” terangnya.

Tujuan dari tele-visite itu sendiriadalah untukmeminimalisir penumpukan. Misalnya kondisi pasien mulai membaik, maka dipindahkan ke ruang isolasi atau Rusunawa IAIN Tulungagung.

”Dengan televisit yang melibatkan dokter spesialis, semua pasien bisa tertangani,” tandas dokter Aini.

Saat ini, berdasar data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mengenai pasien COVID-19 mulai Maret  2020 hingga 8 Februari 2021, tercatat sebanyak 2.236 kasus konfirmasi.

Dan dari jumlah itu, yang menjalani karantina gedung terdapat 58 pasien, dirawat 11 pasien, isolasi mandiri ada 54 pasien. Sementara pasien yang sembuh sebanyak 1.901, dan yang meninggal ada 52 pasien. Untuk peridoe Januari  hingga awal Februari 2021, terdapat 61 kasus, dengan rincian yang dirawat ada 61 pasien, sementara yang isolasi gedung atau mandiri tidak ada. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119