Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah saat Pandemi COVID-19

Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah saat Pandemi COVID-19

SURVEI membuktikan data fakta, bahwa masih banyak orang tua yang mengeluh dengan “tugas baru” mendampingi anak belajar di rumah di masa pandemi COVID-19.

Ini tentu ironis, mengingat, pada sisiitu orang tua dibutuhkan peran aktifnya, agar proses pembelajaran secara online bisa berlangsung secara efektif.

Dilema yang banyak dialami orang tua ini menjadi perhatian tim PKRS RSUD dr Iskak, sehingga isu ini diangkat sebagai bahan ulasan dalam talkshow interaktif dengan topik “Mendampingi Anak Belajar Di Rumah saat Pandemi Covid-19”, Kamis, 28 Januari 2021.

Narasumber yang dihadirkan kali ini tidak hanya satu orang, melainkan tiga orang sekaligus dengan kapasitas dan keahlian berbeda.

Tiga narasumber itu adalah dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Predito Prihantoro, Sp.KJ (psikiater), Kapus Penelitian dan Publikasi LP2M IAIN Tulungagung Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag, dan Ketua PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Mundir Arif, Sp.THT.KL.

Begitu spesialnya bahasan ini, talkshow kali ini mendatangkan moderator profesional dari Radio Perkasa FM (Manager), Faris Ramadhan.

“Salah satu faktor yang membikin orang tua kesulitan adalah minimnya informasi mengenai teknologi digital,” ujar Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag mulai memberi ulasan.

Kesimpulan itu bukan tanpa dasar. Ia lalu merujuk hasil penelitian yang dilakukan tim LP2M IAIN Tulungagung di wilayah Kediri Raya, meliputi Kediri, Tulungagung, Trenggalek dan Blitar.

Hasilnya, keluhan lebih banyak terdengar dari kelompok orang tua yang memiliki anak-anak PAUD, TK dan SD.

Berbeda halnya dengan orang tua yang memiliki anak di kelompok usia SMP dan SMA, pendampingannya terasa jauh lebih gampang karena anak usia tersebut sudah mulai mengerti tanggung jawab dan mandiri.

Selain itu, pengetahuan orang tua yang luas turut membantu mendampingi anak belajar di rumah.

”Masalahnya jika orang tua minim pengetahuan, akan berdampak kepada anak juga,” kata dia.

– BACA JUGA –

Pandemi Covid-19 Membikin Orang Tua jadi Guru Dadakan

Pada sisi itu, dr. Predito Prihantoro, Sp.KJ menegaskan bahwa ketika anak belajar di rumah, maka otomatis orang tua menjadi pengajar.

”Ada hal-hal yang mungkin yang tak sesuai dengan keinginan orang tua. Itu memicu sehingga rasa jengkel, kekerasan verbal dan nonverbal.” kata Predito.

Predito menambahkan orang tua memiliki pemikiran jika satu kali pembelajaran bisa langsung dimengerti oleh anak.

Menurutnya, anak-anak tidak bisa belajar dengan singkat, apalagi masih TK dan SD.

”Bahkan bisa menjadi menyakitkan buat anak, karena mereka lebih senang bermain, menonton televisi,” imbuhnya.

Ia memberikan tips agar orang tua memberikan pemahaman kepada anak soal waktu, seperti waktu belajar hingga bermain.

Orang tua harus tahu kapan anak harus belajar, bermain, dan lainnya. Untuk anak TK dan SD, pendampingan harus lebih ekstra, kata Predito.

Sementara, Ketua PKRS RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Mundir Arif, Sp.THT.KL, mengatakan, pihaknya selama ini memberdayakan SDM rumah sakit serta masyarakat untuk mandiri untuk kesehatan, baik fisik, jiwa, sosial dan spiritual.

Ia mencontohkan jika masyarakat datang ke pemeriksaan instalasi kesehatan jiwa, tidak perlu harus memiliki gangguan jiwa terlebih dahulu.

Jangan kaget kalau di sana tidak ada alat medis, karena lebih banyak diajak berbicara mengenai persoalan yang dihadapi. “Anggapan masyarakat harus gila dahulu agar diperiksa, bukan begitu, bisa dilakukan pencegahan di intalasi kesehatan jiwa,” tutupnya.(PKRS/MAS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119