Vaksinasi Booster Ditargetkan Rampung Akhir September

UPAYA untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan sumber daya manusia bidang kesehatan (SDMK) terus dilakukan oleh RSUD dr Iskak Tulungagung.

Hal ini terlihat dari capaian vaksinasi dosis ketiga yang berkisar pada 48 persen dari total sasaran.

Sesuai dengan instruksi kementerian kesehatan (Kemenkes RI), penyuntikkan dosis ketiga ini menggunakan vaksin jenis moderna.

“Untuk penyuntikkan sendiri sudah berlangsung sejak pertengahan Agustus lalu dan masih berlangsung secara bertahap hingga saat ini,” terang Kasi Pemasaran dan Informasi RSUD dr Iskak, Mochammad Rifai.

Rifai melanjutkan, dengan target sekitar 1.900 sasaran, vaksinasi dijadwalkan dapat rampung pada akhir September mendatang.

Dalam sehari, ia menargetkan sekitar 150 orang yang akan menerima suntikkan.

Penyuntikkan secara bertahap ini untuk mengantisipasi adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Tak hanya itu, penjadwalan ini agar tidak berimbas pada layanan kesehatan di rumah sakit.

Sebab sesuai dengan intruksi, usai menerima vaksin dosis ketiga, para nakes ini dianjurkan untuk berisitirahat. “Dijadwal seperti ini agar pelayanan di RSUD tidak terhenti,” tuturnya.

Sementara disinggung mengenai laporan KIPI terhadap vaksin moderna, Rifai mengatakan, vaksin moderna ini memang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan vaksin Sinovac.

Sebab vaksin moderna ini mengandung messenger RNA (mRNA), yakni salah satu jenis ribonukleat acid (RNA) yang ditemukan di dalam sel.

Vaksin mRNA tidak menggunakan virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan seperti Sinovac, melainkan komponen materi genetik yang direkayasa agar menyerupai kuman atau virus tertentu.

Dengan demikian, vaksin ini diharap dapat memicu reaksi kekebalan tubuh yang lebih optimal jika dibandingkan dengan virus dan kuman yang dilemahkan pada vaksin biasa.

“Inilah mengapa laporan KIPI vaksin moderna lebih tinggi dan cenderung sedang sampai ke berat jika dibandingkan dengan vaksin jenis lain,” imbuhnya.

Meski demikian, untuk Kabupaten Tulungagung belum ada laporan KIPI berat untuk penggunaan vaksin moderna ini.

Rata-rata KIPI yang dilaporkan berupa suhu badan tinggi dan nyeri di area bekas suntikan. “Ini masih tergolong KIPI ringan, namun memang rata-rata akan mengalami hal tersebut,” ujarnya. (PKRS/AAP)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?