Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Waspada Efek Samping Cairan Hand Sanitizer. Begini Cara Mengatasinya

Waspada Efek Samping Cairan Hand Sanitizer. Begini Cara Mengatasinya

CAIRAN praktis pembersih tangan atau hand sanitizer di musim pandemi memang sangat diperlukan untuk menjaga telapak tangan tetap steril. Namun rupanya cairan praktis untuk pembersih kuman dan bakteri yang lagi nge-trend di masa pandemi COVID-19 ini rupanya memiliki efek samping, terutama bagi sebagian orang yang memiliki kulit sensitif.

Sebagaimana disampaikan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Sekar Puspita Lokasari, Sp. KK, sejumlah pasien datang ke poli kulit tempatnya bekerja dengan keluhan kulit kering, pecah pecah sampai dengan iritasi.

Setelah ditelusuri, berdasar riwayat aktivitas yang diceritakan pasien, kasus kulit kering, pecah-pecah dan iritasi disebabkan penggunaan hand sanitizer.

Jumlah pasien yang datang dengan keluhan kulit telapak tangan rusak dan iritasi ini bahkan cenderung meningkat selama masa pandemi COVID-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020 hingga sekarang.

“Akhir-akhir ini kami banyak pasien dari tenaga medis datang ke poli kulit, keluhan mereka seperti kulit kering dan pecah pecah, akibat dari terlalu sering cuci tangan dengan hand sanitizer atau dengan sabun,” katanya dalam dialog interaktif di ruang studio PKRS RSUD dr. Iskak.

Dia bilang, pasien yang ditanganinya mengeluhkan pada area kulit terkelupas (bahasa Jawa: ngglodoki) di telapak tangan dan sela-sela jari usai mengunakan cairan hand sanitizer.

“Mengapa bisa begitu, sebab di dalam (cairan) hand sanitizer terdapat bahan-bahan yang mengandung zat kimia, seperti alkohol dan ada juga berbahan sodium laureth sulfate,” terangnya.

Karena mengandung alkohol dan bercampur komposisi bahan kimia lainnya itulah, hand sanitizer dapat memengaruhi kelembaban kulit sampai dengan iritasi.

Namun sebenarnya risiko itu biasanya hanya terjadi pada sebagian orang dengan jenis kulit sensitif saja. Pada orang normal, kasus kulit kering dan iritasi jarang terjadi.

“Dari bahan-bahan kimia tersebut akan memengaruhi kelembaban kulit, di mana protein dan lemak pada lapisan kulit akan terpengaruhi oleh kadar alkohol, sehingga pada orang tertentu yang memiliki jenis kulit sensitif maka akan muncul masalah kulit kering dan pecah pecah,” ujarnya

Dokter cantik spesialis kecantikan ini lebih lanjut menjelaskan, studi penelitian sejumlah pakar kesehatan dunia menemukan bukti bahwa seseorang bisa mengalami masalah kulit usai mengunakan cairan hand sanitizer, karena memang memiliki latar belakang problem kulit sensitif.

“Sebanyak 85 persen pasien mengalami kulit kering dan pecah pecah akibat dari cucitangan dengan hand sanitizer itu sudah punya penyakit kulit yang mendasari sebelumnya. Dan 15 persen pasien lainnya baru terpapar iritasi kulit kemudian hari,” ungkap dr. Sekar.

Oleh karena itu, lanjut dia, pada pemakaian hand sanitizer ataupun sabun cuci tangan dalam keseharian harus di sesuaikan dengan kebutuhannya supaya tidak terjadi masalah kesehatan kulit yang lebih berbahaya.

Meskipun demikian, masalah kesehatan kulit  dapat di atasi dengan memberikan formula pelembab usai mencuci tangan sehingga risiko masalah kesehatan kulit telapak tangan sensitif dapat di cegah.

Memilih pelembab yang cocok untuk kulit sensitif sebagai berikut, mengandung oil atau minyak zaitun, minyak kelapa murni dan tidak mengandung bahan bahan pengawet dan pewangi.

“Antisipasi untuk keamanan kulit sensitif diharuskan menggunakan pelembab setelah cuci tangan, akan tetapi perlu di perhatikan pada penggunaan pelembab harus di sesuaikan dengan kebutuhannya kulit, sehingga masalah kesehatan kulit telapak tangan akan teratasi” ujarnya.

Selanjutnya, pemberian pelembab usai mencuci tangan dengan cairan hand sanitizer sangatlah diperlukan. Sebab, pelembab yang biasanya berbentuk gel mempunyai berbagai fungsi untuk mengatasi berbagai persoalan pada telapak tangan. “Pelembab berfungsi untuk mengembalikan kelembaban kulit, melapisi dan melindungi kulit sensitif supaya tidak langsung kontak dengan bahan iritan. Selain juga membuat lebih lentur, mengurangi risiko terjadinya infeksi baik kuman maupun jamur di kulit,” ujarnya. (PKRS/MFW)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119